KSSK Klaim Sistem Keuangan Nasional Terkendali

Komite Stabilitas Sistem Keuangan
Sumber :
  • VIVAnews/Mohammad Yudha Prasetya

VIVA – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), melaporkan hasil rapat berkala mengenai assessment kondisi stabilitas sistem keuangan triwulan IV-2019, yang digelar pada Senin 20 Januari 2020 kemarin.

img_title Rebana CEO Club 2025, Bank bjb Perkuat Ekosistem Investasi Dongkrak Ekonomi Jabar

Ketua KSSK sekaligus Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, hasil rapat menyebut bahwa stabilitas sistem keuangan triwulan IV-2019 tetap terkendali, di tengah ketidakpastian perekonomian global yang menurun, serta sorotan masyarakat terhadap permasalahan pada beberapa Iembaga jasa keuangan di Tanah Air.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Terdapat sejumlah perkembangan positif terkait kemajuan perundingan perdagangan antara AS-Tiongkok, meskipun kelanjutan proses Brexit dan beberapa risiko geopolitik global masih perlu menjadi perhatian," kata Sri Mulyani di kantornya, kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu 22 Januari 2020.

img_title Malaysia Juara Keuangan Syariah Global, Posisi Indonesia bikin Kaget

Menteri yang karib disapa Ani itu menjelaskan, ketidakpastian yang mereda di triwulan IV-2019 juga berdampak pada menurunnya risiko di pasar keuangan global, dan mendorong keberlanjutan masuknya aliran modal asing ke negara berkembang termasuk Indonesia. 

Di sisi domestik, perekonomian Indonesia menurutnya juga tetap berdaya tahan, yang antara Iain ditandai dengan terjaganya pertumbuhan ekonomi ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi, khususnya di sektor bangunan.

img_title Dihantui Ketidakpastian Ekonomi Global, Industri Keuangan RI Berisiko Alami Ini Semester II-2025

Ekspor pun mulai meningkat meskipun kinerja investasi non-bangunan masih perlu menjadi perhatian. Neraca Pembayaran Indonesia secara keseluruhan tahun 2019 diprakirakan juga mencatat surplus, yang dipengaruhi oleh besarnya aliran masuk modal asing, dan defisit transaksi berjalan yang menurun.

Selain itu, lanjut Ani, nilai tukar Rupiah pun mengalami penguatan akibat didorong oleh berlanjutnya aliran masuk modal asing, bekerjanya mekanisme pasar, dan meningkatnya kepercayaan para investor.

Inflasi pun diakui Ani masih tetap terkendali di dalam kisaran target, seiring terjaganya stabilitas pada sektor jasa keuangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Terkait permasalahan pada beberapa Iembaga jasa keuangan, langkah-Iangkah penanganan secara terkoordinasi dan komprehensif akan terus dilakukan," kata Ani.

"KSSK juga tetap mewaspadai potensi risiko yang berasal dan perekonomian global maupun dalam negeri, dengan meningkatkan koordinasi kebijakan untuk mempertahankan stabilitas sistem keuangan, dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Ilustrasi Asuransi Syariah

Bukan Cuma Premi, Tata Kelola Kini Jadi Penentu Kepercayaan Nasabah Asuransi

Penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan jadi fokus industri asuransi, seiring pengakuan atas kinerja perusahaan dan standar GRC yang makin ketat.

img_title
VIVA.co.id
4 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut