Erick Thohir Curhat Lagi, Banyak Pihak Minta Dirinya Mundur dari BUMN

Erick Thohir
Sumber :
  • Instagram/erickthohir

VIVA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengakui bahwa sejak menjabat pada Oktober 2019 hingga saat ini, banyak yang mengganggu dan mendesak dirinya untuk mundur dari jabatannya.

img_title Ekuitas ASABRI Nyungsep Rp673 Miliar, DPR Soroti Masalah Tata Kelola

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada saat pemaparan publik restrukturisasi utang PT Krakatau Steel Tbk sebesar US$2,2 miliar di kantornya, Jakarta, Selasa, 28 Januari 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada saat itu, dia mengatakan, di bawah kepemimpinannya, berbagai BUMN yang dimiliki pemerintah akan betul-betul dirapikan secara sistematis agar memiliki keberlanjutan dan dapat diteruskan oleh menteri yang menggantikannya lima tahun mendatang.

img_title Punya Lebih dari 1.900 Titik Layanan, Begini Cara Asabri Perkuat Pengawasan Pembayaran Gaji Pensiun

"Operasionalnya mesti benar, jangan nanti ada problem, di menteri yang akan datang, lima tahun mendatang atau satu tahun mendatang, karena mungkin saja saya cuma setahun, yang mau goyang suruh mundur banyak kok," kata Erick.

Meski begitu, dia enggan menginformasikan siapa-siapa yang mendesaknya untuk mundur. Namun, dipastikannya hal itu tidak akan mengganggunya demi sehatnya perusahaan-perusahaan yang dikelola oleh negara.

img_title Alasan Hotman Paris Mau Jadi Pengacara Febrie, Bukan karena Uang

"Tetapi tentu, hal yang terpenting juga apa yang kita lakukan ini bukan hanya untuk kita, tetapi saya, Pak Wamen, Pak Budi, Pak Tiko, sangat mengharapkan apa yang kita lakukan berkelanjutan, jadi kita menginginkan juga suksesor pengganti kita harus lebih sukses dari kita bukan menggali lobang lebih jelek," tegas dia.

Sebelumnya, isu tersebut dihembuskan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono yang buka-bukaan soal alasan pembentukan Pansus Jiwasraya di DPR RI. Lewat catatannya di Facebook, SBY membocorkan alasan pihak yang ngotot membentuk Pansus Jiwasraya di DPR RI.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Alasannya, sungguh membuat saya 'geleng kepala'. Katanya, untuk menjatuhkan sejumlah tokoh. Ada yang 'dibidik dan harus jatuh' dalam kasus Jiwasraya ini," kata SBY dikutip VIVAnews di akun Facebook-nya, Selasa 28 Januari 2020. 

Dia menjabarkan, Pansus Jiwasraya dibentuk agar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang lama, Rini Soemarno harus 'kena'. Menteri BUMN, Erick Thohir juga dibidik untuk diganti, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati diminta harus bertanggung jawab dan Presiden Jokowi juga harus dikaitkan dalam kasus tersebut.

Eks Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Didakwa Peras Tan Kian Rp55 Miliar agar Tak Jadi Tersangka

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah didakwa memeras Tan Kian Rp55 miliar agar sang pengusaha tak ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi Jiwasraya.

img_title
VIVA.co.id
7 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut