Tiga Tips Pacaran Sehat Secara Keuangan Versi MAMI

Lestari Mitos Pacaran Putus kalau Berduaan di Bukit Cinta
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dwi Royanto

VIVA – Pacaran adalah proses menuju komitmen hidup senang maupun susah. Rasa sayang kepada pasangan sering diekspresikan dengan cara memanjakan. Namun tentu saja ada batasan dalam memanjakan pasangan.

img_title 7 Tips Hemat Usai Libur Long Weekend, Biar Sisa Gaji Tetap Aman hingga Akhir Bulan

Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Dimas Ardhinugraha menuturkan, sebelum memutuskan untuk menjalin hubungan yang lebih serius dengan pasangan, tahapan berpacaran memang sering dilalui.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tahap berpacaran sering disebut sebagai tahap pendekatan dan mencari kecocokan sebelum menuju tahap yang lebih serius dalam berkomitmen atau menikah,” ujarnya dikutip VIVAnews dari keterangan tertulis, Sabtu 22 Februari 2020. 

img_title Yuan vs Dolar AS, Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Investasi di 2026?

Jika dirangkum ada tiga poin yang menurutnya penting dilakukan agar pacaran sehat secara keuangan: 

1. Terbuka dengan pasangan

img_title Harga Kebutuhan Rumah Tangga Naik? Begini 9 Tips Belanja Hemat Agar Dompet Tak Jebol

Dimas menuturkan, Tahap pendekatan adalah saatnya mengenal pasangan dan level kompromi yang dapat kita berikan satu sama lain. Itulah saatnya untuk saling terbuka, menjadi diri sendiri apa adanya.

Kejujuran sangatlah penting dalam membina hubungan, termasuk jujur dalam keuangan. Apakah keuangan yang kita miliki sudah 100 persen mandiri adalah hasil keringat sendiri atau masih ada bantuan dari orang tua.

 
2. Sesuaikan dengan kemampuan

Ketika menunjukkan rasa sayang kepada pasangan, adakalanya memberikan barang-barang yang harganya tidak murah. 

“Bagi yang suka memanjakan pasangan, coba tanyakan apakah pasangan masih akan menyayangi kita seandainya tidak punya uang,” ujar Dimas.

Ketika memberi suatu benda materiil kepada pasangan, menurutnya, sesuaikan dengan kondisi kantong, jangan sampai berutang yang justru akan memberatkan kondisi finansial masa depan. Memasuki tahap ini, biarkan hati bekerja untuk menjajaki kecocokan secara wajar, murni, tanpa kepalsuan dan emosi atas kekayaan atau keserakahan.

 
3. Mulai atur pola manajemen keuangan

Saat kedua pasangan sudah yakin dengan pilihannya dan berani menatap hari depan bersama, langkah berikutnya adalah memulai perencanaan rumah tangga. Bagaimana membangun keluarga mandiri ke depannya, termasuk mandiri secara keuangan.

“Langkah pertama adalah pengaturan pola manajemen keuangan,” kata dia.

Masing-masing harus bisa mengetahui berapa pengeluaran setiap bulan, berapa utang yang dimiliki serta berapa aset yang dimiliki. Jangan lupa untuk menyisihkan sebagian dari pendapatan untuk investasi, demi masa depan yang lebih baik.

“Masih ada tahapan berikut yang membutuhkan perencanaan keuangan yang matang: menikah, memiliki anak, sekolah anak, rumah, hingga persiapan pensiun,” lanjut dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam hal ini keterbukaan finansial menjadi faktor penting. Sudah ada saling percaya, bahkan mulai tumbuh saling ketergantungan. Dan semua kepercayaan dan saling terbuka ini tidak akan terjadi, jika tidak dilatih sejak awal pacaran.

“Biarkan hati yang menjajaki secara murni kecocokan masing-masing. Pacaran adalah proses mencari kesiapan untuk hidup senang maupun susah secara bersama. Inilah yang disebut pacaran yang sehat finansial,” tutup dia.

Ilustrasi literasi keuangan

Biaya Sekolah Makin Mahal, Ini 6 Cara Menyiapkan Dana Pendidikan Anak Tanpa Bikin Kantong Jebol

Biaya pendidikan anak terus meningkat setiap tahun. Simak 6 cara menyiapkan dana pendidikan agar keuangan keluarga tetap sehat dan tidak terganggu. Selengkapnya di sini

img_title
VIVA.co.id
20 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut