Optimalkan Distribusi, Erick Thohir Bakal Jual Beras Bulog Via Online

Pekerja mengangkut karung berisi beras di Gudang Bulog Serang, Banten. (Foto ilustrasi)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

VIVA – Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir mengaku, pihaknya akan terus berupaya memperbaiki jalur pendistribusian bahan pokok, agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

img_title Polri Bongkar Beras Fortifikasi Palsu, 5 Merek Ini Diduga Tak Sesuai Kandungan Gizi di Kemasan

Karenanya, sejumlah jalur pendistribusian pun akan semakin dioptimalkan, dari yang sudah ada maupun yang masih bisa dimanfaatkan untuk kepentingan tersebut ke depannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mengenai distribusi kita akan terus perbaiki. Apakah dengan channel yang selama ini ada, atau apakah dengan channel modern," kata Erick saat mengunjungi gudang Bulog di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Rabu 4 Maret 2020.

img_title Anggota Wantimpres Desak APH Sikat Mafia Pangan, Bamsoet Singgung Modus Baru Pemain Beras

"Apalagi sekarang banyak juga online-online yang juga bisa jual beras. Ini kan teknologi sudah berubah," ujarnya.

Selain itu, Erick juga membuka kemungkinan lain bahwa jalur pendistribusian bahan pokok milik Bulog, sebenarnya juga bisa melalui alur kerja sama dengan pihak swasta.

img_title Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp105 Ribu, Jauh Lebih Mahal dari Telur Ayam dan Beras

"Kita nanti bisa kerja sama dengan supermarket atau minimarket, kan mereka jual beras juga," kata Erick.

Karenanya, Erick memastikan di masa waspada wabah virus corona seperti saat ini maupun dalam rangka menghadapi Ramadan serta Lebaran mendatang, masyarakat harus memahami bahwa pemerintah hadir memberikan kepastian mengenai ketersediaan bahan pangan, khususnya beras.

Dia pun mengimbau agar masyarakat dan pemerintah bisa saling bersinergi dalam menghadapi situasi seperti saat ini, sehingga situasi masih bisa terkendali sampai keadaan berangsur membaik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita juga ingin masyarakat jelas bahwa kondisi kita aman, dan pemerintah hadir. Ada corona virus, kalau kita bersatu dan enggak heboh-heboh, maka ada jalan keluar. Sama juga, Lebaran sudah dekat ya kita pasti kan stoknya juga ada, panen raya juga cepat," kata Erick.

"Kita memastikan bahwa kita hadir ketika masyarakat membutuhkan, sehingga masyarakat jangan panik. Karena kita berusaha yang terbaik untuk bangsa ini tapi kita juga harus bersatu," ujarnya.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Kombes Pol Suhasto, (tengah)

Beras Fortifikasi Palsu Bikin Rugi Rp89 Triliun, Dijual hingga Rp57 Ribu per Kg

Peredaran beras fortifikasi palsu di Indonesia, diperkirakan menimbulkan kerugian perekonomian dengan angka yang fantastis yakni hingga Rp89 triliun.

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut