Tips Investasi Reksa Dana Agar Tak Merugi

Ilustrasi investasi.
Sumber :

VIVA – Pengamat pasar modal, Yanuar Rizky buka-bukaan terkait tips investasi reksa dana agar tak merugi. Sejak awal investasi, dia menuturkan investor harus jeli dan teliti membaca kontrak perjanjian atau prospektus.

img_title Bitcoin Tembus US$87.000, Sentimen Pasar Kripto Kian Optimistis

Dia menjelaskan, Manajer Investasi (MI) dalam menawarkan produknya harus diketahui bersama secara transparan. Sehingga apabila ada permasalahan, tidak sepenuhnya menjadi kesalahan salah satu pihak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tergantung isi kontraknya atau prospektus. Jika MI melakukan tindakan sesuai dengan isi prospektus tidak bisa disalahkan,” ujar Yanuar dikutip dari keterangannya, Jumat 6 Maret 2020.

img_title Bahlil Tawari Investor Bangun Data Center di Pulau Indonesia

Dia menegaskan, kerugian yang dialami investor akibat adanya penertiban atau likuidasi produk reksa dana kelolaan MI yang dilakukan regulator, itu merupakan bagian dari risiko investasi. Apalagi, di tengah kondisi pasar modal yang memburuk serta periode likuidiasi yang relatif singkat turut menekan pengembalian aset investasi investor.

“Jadi kondisi penurunan aset investasi para investor di reksa dana tersebut juga merupakan bagian risiko berinvestasi,” katanya.

img_title Harga Saham Rp 1 Mulai Berlaku 28 September

Dari sisi regulator pun, menurutnya, MI pasti bekerja secara aturan dan juga berpegang teguh pada isi prospektus dalam memberikan sanksi. OJK akan bertindak jika menemukan indikasi pelanggaran.

Sementara itu, Direktur PT Anugerah Mega Investama, Hans Kwee menuturkan, penyusutan aset investasi merupakan bagian dari konsekuensi. Sejak awal ini harus dicermati investor.

Sebetulnya, ujar dia, banyak investor yang mengetahui akan hal ini. Sehingga sudah seharusnya investor melapor jika ada MI yang menjanjikan tingkat pengembalian (return) investasi pasti kepada calon investor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jika MI menjanjikan secara tertulis tentu bisa dilaporkan. Karena ada risiko bubble jika tidak disetop dengan janji fixed return," ujar Hans.

Dari indikator kinerja IHSG saat ini, terlihat telah turun 14,89 persen sepanjang tahun 2020. Laju penurunan itu disebut tergolong paling buruk di antara bursa utama dunia lainnya. Dua bursa lainnya lebih buruk dari IHSG adalah SETi (Thailand) turun 15,46 persen dan Merval (bursa Argentina) turun 16,07 persen.

Ilustrasi IHSG.

IHSG Dibuka Memerah Dibayangi Koreksi saat Bursa Asia Variatif dan Wall Street Lesu

IHSG dibuka melemah 9 poin atau 0,16 persen di level 6.364 pada pembukaan perdagangan Kamis, 24 September 2026 dan diprediksi terkoreksi pada perdagangan hari ini.

img_title
VIVA.co.id
24 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut