IHSG Dibayangi Tekanan Global dan Regional akibat Corona

Monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

VIVA – Indeks harga saham gabungan atau IHSG menghijau di level 5.231 pada pembukaan perdagangan Rabu 11 Maret 2020. Posisi itu menguat 10 poin atau 0,21 persen, dibanding penutupan perdagangan Selasa 10 Maret 2020 di level 5.220.

img_title PLN Raup Pendapatan Rp 281 Triliun di Semester I-2025, Penjualan Listrik Naik 4,53 Persen

Meski demikian, analis Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya memprediksi, IHSG masih bergerak negatif pada perdagangan hari ini. Dia menjelaskan, potensi pelemahan indeks tersebut disebabkan oleh kondisi pasar dunia dan regional, yang hingga saat ini masih tertekan akibat wabah virus Corona.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mengingat kondisi pasar dunia dan regional terlihat masih berada dalam tekanan, sehingga hari ini IHSG berpotensi melemah," kata William dalam keterangan tertulisnya, Rabu 11 Maret 2020.

img_title Short Selling Bakal Diberlakukan Akhir September 2025, BEI Ungkap Tujuannya

Karena itu, William pun memprediksi bahwa IHSG bergerak dalam rentang support 5.078 dan resistance 5.360.

Secara teknikal, analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji menjelaskan, support pertama maupun kedua memiliki kisaran 5.133,15 hingga 5.022,85.

img_title BEI Bukukan Laba Bersih Rp 673 Miliar di Tahun 2024

Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 5.364,60 hingga 5.498,54. Berdasarkan indikator, MACD menunjukkan sinyal negatif. Meskipun demikian, Stochastic dan RSI mulai menunjukkan jenuh jual atau oversold.

"Terlihat pola bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG, sehingga berpeluang menuju level resistance terdekat," ujarnya.

Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto

Hasto PDIP soal Petinggi OJK-BEI Mundur: Ini Satu Keteladanan Baru

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto buka suara soal mundurnya para petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Dirut PT Bursa Efek Indonesia buntut ambruknya IHSG.

img_title
VIVA.co.id
31 Januari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut