Bangun Smelter Baru, Inalum Terbitkan Global Bond US$2,5 Miliar

Pabrik Inalum.
Sumber :
  • Fikri Halim/VIVA.co.id

VIVA – Holding Badan Usaha Milik Negara di sektor pertambangan, PT Indonesia Asahan Alumunium atau PT Inalum, telah sukses menerbitkan instrumen obligasi dalam dolar AS atau Global Bond senilai US$2,5 miliar. Angka itu setara nilai Rp37,5 triliun, dengan asumsi kurs Rp15.000 per dolar Amerika Serikat

img_title Inalum Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia, Dari Energi Air ke Pasar Dunia

Menteri BUMN, Erick Thohir, mengapresiasi inovasi pendanaan yang dilakukan oleh BUMN, seperti misalnya melalui global bond semacam ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dengan ini terbukti bahwa dunia usaha internasional masih mempercayai perusahaan BUMN, yang sekarang terus berbenah demi meningkatkan daya saingnya, serta semakin transparan," kata Erick Thohir dalam keterangan tertulisnya, Selasa 12 Mei 2020.

img_title Perkuat Praktik Industri Berkelanjutan, PLTA Inalum Borong Apresiasi di ENSIA 2026

Erick Thohir menambahkan, hal ini juga berarti bahwa secara umum, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi juga masih dipercaya oleh dunia Internasional.

Diterbitkannya global bond oleh PT Inalum ini telah melengkapi penerbitan surat utang serupa yang sudah dilakukan PT Hutama Karya dengan nilai US$600 juta, dan PT Bank Mandiri Tbk senilai US$500 juta.

img_title Pastikan Jaga Kinerja Berkelanjutan, Inalum Genjot Ekspansi dan Hilirisasi

Dengan demikian dalam dua pekan terakhir, global bond yang sudah diterbitkan BUMN mencapai US$3,6 miliar, atau setara dengan Rp54 triliun.

Dalam penerbitan surat utang ini, Inalum yang sebelumnya mendapat rating Baa2 dari Moody's dan BBB- dari Fitch, menawarkan tiga jenis tenor investasi. Ketiganya yaitu tenor lima tahun, 10 tahun, dan 30 tahun.

Mengenai kuponnya, untuk tenor lima tahun ditawarkan dengan kupon 4,75 persen, untuk tenor 10 tahun 5,45 persen, dan yang 30 tahun ditawarkan dengan kupon 5,8 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penerbitan surat utang ini nantinya akan digunakan untuk refinancing bond yang jatuh tempo sebesar US$1 miliar, dan sisanya untuk pembiayaan berbagai proyek strategis yang akan digarap perusahaan.

Adapun proyek yang akan digarap PT Inalum diantaranya adalah pembangunan Smelter Grade Aluminasi Refinery di Mempawah berkapasitas 1 juta ton per tahun, PLTU Mulut Tambang.

Hilirisasi. (ilustrasi)

Dampak Hilirisasi Bauksit Buat Publik Tercengang, Arif Haendra Singgung Impor: Hemat Devisa hingga Rp9 T

Dampak hilirisasi bauksit membuat publik tercengang. Pasalnya, hilirisasi bauksit memberikan dampak nyata bagi industri aluminium nasional melalui pengurangan

img_title
VIVA.co.id
14 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut