Meski Menguat Rupiah Masih Bertengger di Level Rp13.900 Per Dolar AS

Rupiah Menguat
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, kembali mengalami penguatan pada perdagangan hari ini, Kamis, 11 Juni 2020. Meski menguat, rupiah masih bertengger di kisaran atas Rp13.900 per dolar AS.

img_title Rupiah Menguat ke Rp17.896 per Dolar AS pada Jumat Pagi, Naik 19 Poin

Di pasar spot, pada perdagangan saat ini, rupiah ditransaksikan di level Rp13.974 per dolar AS. Menguat hingga 0,53 persen, dari level penutupan perdagangan kemarin, Rabu, 10 Juni 2020 yang sempat di perdagangkan di level Rp14.049. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelaku pasar pada dasarnya merespons negatif kasus pandemi virus corona (covid-19) di Indonesia yang bertambah 1.241 orang kemarin, sehingga total menjadi 34.316 orang.

img_title Rupiah Menguat ke Rp17.855, BI Ungkap Strategi Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global

Lonjakan itu, kata dia, jangan sampai membuat pemerintah berpikir ulang untuk menerapkan kehidupan normal baru atau new normal dan kembali menerapkan social distancing serta pembatasan sosial. Maka prospek ekonomi Indonesia ke depan berpotensi makin buruk. 

"Oleh karena itu, wajar kalau pelaku pasar agak takut dan cemas. Kekhawatiran tersebut bisa terlihat dari keluarnya arus modal asing dari pasar keuangan dalam negeri," tutur dia, dikutip dari analisisnya, Kamis, 11 Juni 2020.

img_title Rupiah Dibuka Menguat Tipis, Tapi Diprediksi Melemah Jelang Keputusan Suku Bunga BI

Dari sisi eksternal, bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) pada Rabu juga meyakinkan para investor bahwa suku bunga Fed Fund Rate akan tetap berada di level rendah hingga 2022. Mereka juga mengatakan, bersedia dan mampu melakukan stimulus moneter lebih banyak apabila dibutuhkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

The Fed memastikan akan menahan suku bunganya stabil di kisaran 0-0,25 persen sampai mereka yakin bahwa ekonomi telah melewati krisis akibat pandemi dan berada di jalur untuk mencapai menyerap ketenagakerjaan maksimum dan stabilitas harga.

"Pasar juga mengkhawatirkan tentang kemajuan dalam pembicaraan perdagangan antara Inggris dan Uni Eropa yang tetap bersikukuh bahwa Inggris akan keluar dari Uni Eropa di akhir tahun ini," ucap dia.

Ilustrasi rupiah dan dolar AS.

Rupiah Tertekan ke Rp17.913 per Dolar AS, Pasar Waspadai Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Rupiah melemah ke Rp17.913 per dolar AS pada sore hari ini, Senin 12 Oktober 2026. Pasar mencermati sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan data inflasi AS.

img_title
VIVA.co.id
12 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut