Intip Cara Astra Pertahankan Kinerja di Tengah Pandemi Corona

Menara Astra, Sudirman
Sumber :
  • vivanews/Andry

VIVA – PT Astra International Tbk mengakui bahwa akibat dari merebaknya wabah pandemi covid-19 sejak Maret 2020 lalu, menyebabkan dampak yang sangat berpengaruh secara signifikan khususnya di sektor penjualan kendaraan bermotor.

img_title Produsen Mobil Listrik Dapat Fasilitas Pemerintah, Ada Sanksi Jika Ingkar

Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, tak menyangkal hal tersebut. Dia bahkan mengakui bahwa pada Mei 2020 kemarin saja, penurunan penjualan kendaraan bermotor sangat anjlok sampai hanya menyisakan jumlah belasan ribu kendaraan saja yang bisa mereka jual.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Penjualan kendaraan bermotor terdampak langsung, di mana pada Mei kemarin itu hanya 17 ribu kendaraan bermotor yang mampu dijual," kata Djony dalam telekonferensi, Selasa 16 Juni 2020.

img_title Indonesia Cari Peluang Teknologi Otomotif dari Bulgaria

"Mudah-mudahan kita akan cepat pulih setelah PSBB ini," ujarnya.

Meski demikian, Djony memastikan jika sebenarnya pihak Astra sendiri sudah memiliki strategi, dalam mempertahankan kinerja di tengah lesunya penjualan kendaraan bermotor akibat pandemi covid-19 tersebut.

img_title AI dan Semikonduktor Mulai Jadi Tantangan Baru Industri Otomotif Indonesia

Diakuinya, dalam satu dasawarsa terakhir ini Astra telah melakukan banyak diversifikasi bisnis, yang tak melulu hanya berfokus di produksi kendaraan bermotor saja. 

"Meskipun, sekitar 40 persen dari varian bisnis Astra saat ini memang masih dipegang oleh bisnis di sektor kendaraan bermotor itu," ujar Djony.

Djony menjelaskan, sejak pandemi covid-19 diumumkan pemerintah pada awal Maret 2020 lalu, Astra telah melakukan beberapa langkah untuk mengakomodir sejumlah hal yang akan berdampak kepada bisnisnya. 

Pertama, kata Djony, adalah upaya mendisiplinkan pengelolaan financial, guna menjaga cash flow keuangan di internal Astra selama masa pandemi covid-19 dan ke depannya.

"Bahkan mengenai capex (capital expenditur/belanja modal), kita melakukan revisi kembali. Karena konservasi daripada cash itu sangat penting," kata Djony.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu dilakukan melalui perubahan prioritas, seperti misalnya dengan menekan budget yang nilai urgensinya rendah, serta menekan likuiditas. Kemudian, lanjut Djony, di tengah badai akibat dari wabah covid-19 ini, Astra juga berkomitmen untuk selalu berusaha menjaga aspek bisnis terpentingnya, termasuk dalam mempertahankan cost leadership.

Selain itu, Djony memastikan bahwa Astra juga akan terus berupaya agar tidak terlena dengan situasi pandemik seperti saat ini, dan terus berusaha melihat berbagai potensi yang masih bisa berkembang secara jangka panjang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut