Belanja di Pasar Tradisional Bisa Online? Ini Kata Kementerian BUMN

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

VIVA – Dalam webinar bertajuk "K-Talk: Sinergi BUMN, Inovasi Tekfin untuk Indonesia Sejahtera", Wakil II Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, saat ini Kementerian BUMN memiliki upaya untuk menjadikan teknologi finansial atau tekfin, menjadi semakin efektif dan berguna bagi masyarakat.

img_title Purbaya Buka Peluang Dongkrak Pajak Marketplace Akhir Kuartal II-2026, Simak Pertimbangannya

Sebab, pria yang akrab disapa Tiko itu mengakui bahwa dalam 10 tahun terakhir ini, telah terjadi pergeseran pola hidup dan belanja masyarakat yang cukup drastis menuju ke penggunaan platform digital.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bahkan termasuk untuk investasi atau bahkan pinjam uang," kata Tiko dalam telekonferensi, Selasa 30 Juni 2020.

img_title 10 Peluang Bisnis Paling Menjanjikan di 2026, Siap-siap Raup Cuan di Era AI

"Apalagi dengan adanya covid-19 ini, maka akan semakin banyak masyarakat yang akan bergeser ke platform digital," ujarnya.

Karenanya, Tiko memastikan bahwa dengan semakin banyaknya pergeseran pola transaksi masyarakat menggunakan platform teknologi finansial, terdapat tiga hal yang menjadi fokus utama Kementerian BUMN dalam upaya pengembangan hal tersebut.

img_title Prabowo Teken UU 16/2025, Kementerian BUMN Resmi Berubah Jadi BP BUMN

Pertama yakni dalam ekosistem transportasi, di mana misalnya para pengguna jasa PT KAI (dan semua moda transportasi yang berada di bawah naungan BUMN lainnya) bisa melakukan transaksi pembayaran dengan uang digital.

Hal itu itu di samping langkah Kementerian BUMN, untuk mengintegrasikan semua sistem antarmoda transportasi tersebut demi memudahkan masyarakat dalam mengaksesnya secara menyeluruh.

Kemudian yang kedua, lanjut Tiko, adalah dalam ekosistem perbelanjaan yang akan diintegrasikan dengan ekosistem pasar tradisional, misalnya dengan menggunakan platform LinkAja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nantinya, hal ini akan memungkinkan masyarakat berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar tradisional secara online, di mana hasil belanjanya itu juga bisa diantar sampai ke rumah.

"Ketiga adalah sistem financial service berupa pinjaman modal kerja, investasi, dan lain sebagainya. Karena saat ini banyak dari kalangan milenial yang sudah mengalihkan aktivitas keuangannya ke sektor digital," ujarnya.

Ilustrasi bisnis sebelum pensiun

Tren Bisnis di Era Digital Dorong Pengembangan Sistem Aplikasi Inovatif Sesuai Karakteristik Industri

Tren bisnis digital mendorong untuk penggunaan aplikasi kasir sesuai dengan kebutuhan industri, mulai dari pengelolaan stok F&B hingga komisi bisnis jasa.

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut