Ciputra: Belajarlah Bisnis dari China

VIVAnews - Ketertinggalan Indonesia dari China, menurut pengusaha properti Ciputra, karena kurangnya jiwa entrepreneurship seperti negara Tirai Bambu tersebut.

"Kehebatan China itu di sisi entrepreneurshipnya, dan semangat itu ada sejak zaman Khonghucu," ujar Ciputra ketika ditemui di sela-sela Temu Nasional Transmigrasi di Jakarta, Rabu, 10 Februari 2010.

Ciputra menjelaskan, China sejak zaman Khonghucu telah mulai menciptakan esensi ilmu pengetahuan, yakni ilmu adalah makna.

"Kalau saya mengartikan, dalam ilmu tersebut intinya adalah entrepreneurship. Revolusi China dimulai sejak zaman Khonghucu," kata dia.

Selain itu, pemerataan kesempatan mendapatkan ilmu di China tidak pandang bulu. Mendapatkan ilmu di China, tidak hanya dimiliki oleh kaum bangsawan tapi juga menjalar ke seluruh rakyat jelata.

"Entrepreneurship tidak cukup dimiliki golongan tertentu tapi seluruh bangsa, baru negara itu maju," ujarnya.

Sejak ilmu dari Khonghucu tersebut menjalar ke seluruh China, kata Ciputra, mulailah negara tersebut maju. Sanggup mengubah kekayaan alam menjadi barang yang bermanfaat.

"China tidak sama dengan kita yang dijajah 350 tahun, tapi mereka tidak pernah. Kaisar terus berganti, ajaran Khonghucu terus mengalir," kata dia.

Untuk berkompetisi dengan China, setiap manusia di Indonesia harus punya komitmen, jujur, dan etos kerja.