Kepala BLH Sidoarjo Terancam Dibui

SURABAYA POST– Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sidoarjo, H M.Hasan Basri, terancam dijemput paksa untuk dijebloskan ke ruang tahanan Kejaksaan Negeri Sidoarjo.

Kemenkes Luncurkan SISP Healthcare, Misinya Ingin Hilangkan Penyakit Kanker

Pasalnya, dia  mangkir alias tak memenuhi panggilan untuk diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana pengembangan tananam mangrove di pesisir Desa Tambakoso, Kecamatan Waru senilai Rp 350 juta.

Kasi Pidsus Kejari Sidoarjo, Sugeng Riyanta mengatakan bahwa Basri tidak memberikan alasan apapun terkait ketidakhadirannya memenuhi panggilan kejaksaan itu. Namun M.Zaini, pengacara Basri berkirim surat bahwa dia tidak bisa mendampingi Basri.

“Pengacara Pak Hasan (Basri) mengatakan, dia sedang ada sidang pengadilan di luar Sidoarjo. Tapi, ya nggak apa-apa, itu kan hak dia (Basri, Red),” ujar Sugeng, Minggu (14/2) siang. “Besok kita panggil lagi, kalau mangkir kita jemput paksa dan langsung kita tahan karena bersikap tidak koperatif,” tambah Sugeng.

Basri telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tindak pidana korupsi dana mangrovisasi di pesisir Desa Tambakoso, Kecamatan Waru senilai Rp 350 juta. Program mangrovisasi itu dibiayai melalui APBD Sidoarjo tahun anggaran 2008.

Selain itu, pihaknya juga akan memanggil BS untuk diperiksa sebagai tersangka atas kasus korupsi dana P2SEM (Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat). Program itu dibiayai melalui APBD Provinsi Jatim tahun anggaran 2008.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Win Hendrarso menyiratkan bahwa dia tidak akan berupaya melindungi Hasan Basri, jika kejaksaan menetapkannya sebagai tahanan. “Ya, nanti tergantung bagaimana permintaan kejaksaan. Kami akan memprosesnya sesuai ketentuan yang berlaku. Yang jelas sampai sekarang belum ada permintaan dari kejaksaan,” tegasnya.

Oleh: Satrio EP

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Gidion Arif Setyawan

Kombes Gidion: Penganiayaan Senior kepada Junior Taruna STIP Dianggap Tradisi

Kepolisian menetapkan seorang mahasiswa senior dari Sekolah Ilmu Tinggi Pelayaran (STIP) berinisial TRS (21) sebagai tersangka kasus penganiayaan, terhadap mahasiswa STIP

img_title
VIVA.co.id
5 Mei 2024