Rosan Dapat Pesaing, Ini Nama Baru Calon Pimpin Danantara
- VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya
“Untuk Rosan dan Muliaman its oke. Satu mantan Ketua Kadin Indonesia dan satu lagi mantan mantan bankir senior. Kalau Pandu oke juga sih. Hanya saja, dia tidak punya pengalaman dalam bidang sektor riil. Selama ini, dia lebih main ke investasi bukan ke sektor riil,” ujarnya.
“Padahal, Danantara ini akan memayungi 7 BUMN besar dari sektor perbankan, pertambangan, telekomunikasi, sektor energi dan sektor migas. Jadi, kemampuannya harus lebih dari sekedar bermain di investasi saja,” tandasnya.
Kuncinya, kata Hardy, pengelola Danantara harus orang-orang profesional yang mendedikasikan waktunya benar-benar ke Danantara. Tidak disambi atau rangkap jabatan sebagai Menteri atau posisi lainnya agar Danantara ini benar-benar efektif menjaga sebuah lembaga bisnis.
“Sayang kan, lembaga sebesar itu, lembaga sestrategis itu, nomor 8 terbesar di dunia gagal mengelola uang Rp 9.600 triliun secara optimal,” pungkasnya