Refly Ditenggat 1 Bulan Buktikan Markus di MK

Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD
Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD
Sumber :
  • Antara/ Rosa Panggabean

VIVAnews - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD menegaskan, praktisi Hukum Tata Negara, Refly Harun harus dapat mengungkap adanya mafia perkara di lembaga hukum MK.

"Kalau mengatakan sulit membuktikan itu berarti omong kosong dia. Kan gampang sekali, wong katanya dia liat orangnya," kata Mahfud usai audience dengan Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika di Gedung MK, Jakarta, Jumat 29 Oktober 2010.

Sebelumnya, Refly Harun menulis sebuah artikel yang berjudul 'MK Masih Bersih?' di harian Kompas. Dalam tulisannya, Refly mengaku pernah melihat dengan matanya sendiri, tumpukan uang dalam bentuk dolar yang jumlahnya mencapai Rp1 miliar, untuk diberikan pada hakim MK dari orang yang sedang beperkara.

Refly juga pernah mendengar langsung dari seseorang yang pernah ditunggu hakim MK, untuk mengirim uang Rp1 miliar, sebelum pengucapan putusan di MK. Tetapi orang tersebut tidak bisa menyanggupi sampai waktu yang ditentukan.

Menurut Mahfud, sesuai dengan keterangan Refly di artikel tersebut, seharusnya eks staf ahli MK itu mampu membuktikannya.

"Karena dia nulis dikoran sudah jelas, di Papua dia melihat ini, lalu ketemu orang dengan tumpukan dollar dan diserahkan ke hakim MK, lalu dia ketemu orang yang ditelepon hakim MK untuk menyerahkan uang sebelum putusan, itu kan kalau memang bener, gampang sekali membuktikan," jelasnya.

Oleh karena itu, Mahfud menambahkan, Refly diberikan waktu selama satu bulan untuk mengungkap adanya praktek mafia perkara di MK. Jika tidak ditemukan, maka Mahfud meminta, Refly secara jantan mengumumkan ke publik bahwa tulisannya yang dibuat itu salah.

"Kalau dia tidak umumkan, saya yang akan umumkan, bahwa dia ceroboh. Bisa saja saya melakukan tindakan hukum dan melaporkan ke polisi, bahwa Refly tahu ada orang melakukan percobaan penyuapan ke MK, dan dia diperiksa siapa orangnya. Tapi kita memilih jalan yang moderat. Kita tidak usah lapor ke polisi biar dia yang kesini (MK) beri tahu kepada kami," pungkasnya.