Pemanasan Global "Dongkrak" Harga Pangan

Bongkahan es yang terlepas dari dataran es Greenland
Sumber :
  • AP Photo/NASA

VIVAnews - Harga makanan akan meningkat signifikan dalam beberapa dekade mendatang seiring meluasnya dampak pemanasan global. Perubahan iklim ekstrim diramalkan akan menggagalkan panen, dan menghancurkan lahan pertanian.

img_title Gaya Parenting Syahrini yang Bisa Ditiru Para Ibu, Batasi Screen Time hingga Tegas pada Anak

Meskipun negara-negara maju berhenti membuang gas pemanasan global, saat ini dunia masih terus menghadapi kenaikan harga pangan. Sejumlah ahli menegaskan hal itu pada suatu konferensi iklim global di Cancun, Meksiko.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Situasinya terdengar menyeramkan. Pemanasan global akan melipatgandakan harga-harga pangan dasar di seluruh dunia. Pada 2050, harga beras, jagung, dan gandum melangit. Dampaknya: jutaan anak-anak kekurangan gizi dan terlantar.

Seperti dikutip dari Associated Press, Sabtu 4 Desember 2010, prospek pertanian kian suram pasca tahun 2050. Saat itu suhu di Bumi diproyeksi meningkat 6,4 derajat Celcius secara rata-rata, dibandingkan abad ke 20.

img_title Xiaomi Redmi A5 vs Poco C71, Dua HP Murah yang Mirip tetapi Mana Lebih Layak Dibeli?

Ramalan suramnya kondisi pertanian itu telah diumumkan lembaga riset pangan global, International Food Policy Research Institute, berdasarkan studi terbaru yang dirilisnya Rabu lalu. Lembaga riset itu adalah wadah pertemuan perwakilan dari seluruh dunia untuk menuntaskan misi mengurangi emisi gas rumah kaca di Bumi.

Dengan memakai kalkulasi lewat superkomputer, para ilmuwan memasukkan 15 skenario pertumbuhan populasi, dan pendapatan. Mereka menemukan bahwa perubahan iklim memperburuk masa depan manusia, khususnya masyarakat miskin di dunia.

Jaksa Agung sekaligus Wakil Ketua I Pengarah Satgas PKH, ST Burhanuddin (ketiga kiri)

Satgas PKH Cabut Izin Tambang Emas Ilegal di Nabire Papua, 3.500 Hektare Kembali ke Negara

Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) mengambil langkah tegas terhadap Izin tambang emas PT Kristalin Eka Lestari (KEL) di Nabire, Papua Tengah.

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut