2011, Bakrie Telecom Fokus Kembangkan AHA

Bakrie Telecom
Sumber :
  • VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis

VIVAnews - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) akan mengalokasikan sebagian besar belanja modal pada unit usaha di bawahnya, PT Bakrie Connectivity (Bconnect), untuk mengembangkan produk AHA, yaitu layanan Internet broadband berkecepatan tinggi. 

"Belanja modal Bakrie Telecom masih sama seperti tahun lalu, sekitar US$200 juta atau setara Rp1,8 triliun," kata Direktur Pelayanan Korporasi Bakrie Telecom, Rakhmat Junaidi, kepada VIVAnews.com di sela jumpa pers Bconnect di Jakarta, Selasa, 1 Februari 2011.

img_title Geger! Pria 40 Tahun Intip Laki-laki di Toilet Bekasi, Begini Akhirnya

Menurut Rakhmat, sebagian besar belanja modal akan dialokasikan untuk mengembangkan AHA. "Angkanya lebih dari 50 persen total belanja modal," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alokasi modal yang diperkirakan mencapai Rp900 miliar lebih itu, Rakhmat menjelaskan, akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas jaringan yang sudah terbangun di kota-kota besar Indonesia.

Saat ini, Bconnect dengan layanan AHA telah menjangkau 12 kota besar, meliputi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Cibinong, Surabaya, Bali, Solo, dan beberapa kota lain.

"Khusus di Sumatera, ada lima kota baru termasuk Medan, Palembang, Lampung, Pekan Baru, dan Batam. Tapi, sampai saat ini masih uji coba jaringan, belum dibuka secara komersial," tutur Rakhmat.

Dia mengatakan, Bconnect belum akan berekspansi jaringan lebih luas hingga akhir tahun ini. Menurut dia, perusahaan cenderung ingin menstabilkan jaringan di kota-kota besar yang memiliki penetrasi untuk Internet jauh lebih besar.

"Jadi, belanja modal Bconnect nanti akan dipakai untuk memperkuat infrastruktur dengan meningkatkan kapasitas jaringan di wilayah-wilayah yang permintaan Internetnya besar," kata Rakhmat.

Sekadar diketahui, sejak diluncurkan enam bulan lalu hingga akhir 2010, Bconnect telah membukukan 75 ribu pelanggan aktif secara nasional dengan rata-rata penggunaan Internet hingga 4GB per bulan. (art)

img_title Arab Saudi Salurkan 5,8 Juta Barel Minyak per Hari di Tengah Perang, Ini Jalurnya
Ilustrasi papan IHSG.

IHSG Ambruk Hampir 2 Persen, Pengamat Ingatkan Risiko Koreksi Susulan

IHSG melemah 1,94 persen ke level 5.975,78 pada sesi I perdagangan 12 Oktober 2026. Tekanan global, rupiah, dan aksi jual asing membayangi pasar saham.

img_title
VIVA.co.id
12 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut