Produk Asli ASEAN Siap Meluncur 2015

Jabat tangan khas para pemimpin ASEAN dalam KTT di Cha-am, Thailand
Jabat tangan khas para pemimpin ASEAN dalam KTT di Cha-am, Thailand
Sumber :
  • AP Photo/Sakchai Lalit

VIVAnews - Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan dimulai pada 2015 merupakan potensi besar bagi Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) untuk mengintegrasi ekonomi kawasan itu. Dengan adanya MEA, akan ada basis produksi ASEAN yang menciptakan barang "Made In ASEAN".

Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Industri dan Perdagangan, Edy Putra Irawady, menuturkan, kerja sama regional di ASEAN akan mensinergikan kekuatan untuk strategi perluasan ekonomi.

"Nantinya, akan ada produk 'Made In ASEAN' yang dibuat secara bilateral seperti barang buatan Indonesia-Malaysia," kata dia di Jakarta, Rabu 16 Februari 2011.

Untuk itu, Edy melanjutkan, pemerintah akan memperkuat konektivitas domestik nasional. Sebab, selama ini, arus barang terpusat di Pulau Jawa, sehingga hanya daerah tersebut yang bersaing dengan negara lain.

"Sulit bersaing jika tidak ada konektivitas komoditas antarpulau. Selama ini, komoditas di luar Jawa selalu mendapatkan nilai tambah di negara lain," ujarnya.

Dia menambahkan, pemerintah akan memperkuat koneksi ekonomi perdesaan dengan menghilangkan hambatan perdagangan antardaerah. Hal itu dilakukan untuk menjaga agar kekuatan sumber daya alam Indonesia tidak dicaplok negara lain, jika ASEAN Connectivity telah berjalan.

"Dengan membentuk kekuatan domestik baru, Indonesia bisa bersinergi dengan negara lain," kata Edy. (art)