Konvensi Calon Presiden DIB Tak Signifikan

VIVAnews - Pengamat Politik Universitas Gadjah Mada, Sofyan Effendi, menilai konvensi yang diselenggarakan oleh Dewan Integritas Bangsa (DIB) berpengaruh minimal di peta politik nasional. Forum ini baru dan belum mempunyai signifikansi.

Menurutnya, sampai saat ini masyarakat memilih calon pemimpin karena adanya mobilisasi dari partai politik dan pembentukan citra di media massa. "Metode seperti ini sama sekali baru dan belum teruji dalam mendatangkan dukungan," ujarnya usai menjadi panelis dalam Konvensi Calon Presiden Dewan Integritas Bangsa di Monumen Yogya Kembali, Yogyakarta, Sabtu, 10 Januari 2009.

Selain itu, metode pemilihan calon presiden ini juga mengandaikan masyarakat pemilih yang sudah mencapai taraf kesadaran politik tinggi, terdidik dan dapat menggunakan hak pilihnya secara rasional. "Kondisi masyarakat kita belum sepenuhnya seperti itu. Bagaimana dengan masyarakat pemilih yang berada di pedesaan? Apa pertimbangan-pertimbangan DIB dalam menentukan capres sama dengan pertimbangan mereka?" ujar mantan Rektor UGM itu.

Sofyan efendi adalah salah satu panelis yang dihadirkan untuk mengkritisi visi misi dan paparan para calon presiden yang dihadirkan oleh DIB dalam konvensi pertama di Monumen Jogja Kembali. Selain Sofyan, ada juga Tjuk Kasturi (Dosen Airlangga), Soetanto Soephiady (ahli ketatanegaraan). Konvensi di moderatori oleh Harwanto Dahlan (dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta).

Menurut Sofyan salah satu kelemahan konvensi ini adalah diselenggarakan dalam waktu yang singkat. Sehingga tidak bisa maksimal mensosialisasikan visi strategis calon dan melakukan pendidikan politik bagi masyarakat. "Melakukan sosialisasi capres alternatif ini sebaiknya dengan banyak event. Ini semacam preelementary election di Amerika Serikat. Bedanya kalau di amerika di lakukan oleh partai dan sudah mempunyai mekanisme yang mapan," ujarnya. 

Konvensi ini, menurut Sofyan dikatakan berhasil jika ada partai yang mengakomodir dan menjadikan capres hasil konvensi sebagai calon yang akan diusungnya. "Tentu berikut visi stategis calon," ujarnya. 

Salah satu peserta konvensi DIB, Marwan Daud Ibrahim, mengatakan dirinya sudah mantap untuk terus mengikuti konvensi DIB sampai selesai. Dirinya bahkan tidak akan menanggapi pinangan dari partai lain termasuk Golkar. "Saya mencoba konsisten, sudah memilih DIB. Artinya saya tidak akan menerima yang lain," ujarnya.

Konvensi ini diikuti lima tokoh yakni Sri Sultan Hamengku Buwono X, Rizal Ramli, Yuddy Chrisnandi, Bambang Soelistomo dan Marwah Daud Ibrahim. Namun dalam acara putaran pertama di Yogyakarta ini, Sultan tak hadir.

Laporan Rahardian | Yogyakarta