Gempa Bandung Bisa 'Seganas' Gempa Yogyakarta

Observatorium Bosscha, Lembang, Bandung
Sumber :
  • Antara/ Rezza Estily

Tiga titik digali di daerah Cihideung, dan satu titik di Sukamulya. Pada penggalian tersebut, Eko menemukan berbagai macam pepohonan dan biji-bijian di kedalaman 1,5 meter. Selain itu, ditemukan pula tengkorak monyet. Ini mengindikasikan bahwa terdapat hutan yang lebat di sesar Lembang.

img_title Si Jago Merah Melalap 4 Rumah dan 4 Kontrakan di Bandung

Penggalian di Cihideung juga menunjukkan, bahwa setidaknya telah terjadi dua kali gempa bumi besar terjadi di Bandung. Pasalnya, pada lapisan tanah tersebut, ditemukan kontur tanah - atau dalam istilah geologi struktur beban - yang berkelok-kelok. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bentuk berkelok-kelok memanjang itu menandakan bahwa gempa bumi besar pernah terjadi. Struktur beban terbentuk akibat guncangan atau getaran tanah menekan lapisan tanah dibawahnya sehingga membentuk batas-batas yang berkelok-kelok. 

img_title Di Tempat Ini Citra Kirana akan Habiskan Malam Tahun Baru

Eko mengaku belum bisa memastikan kapan struktur beban tersebut terjadi. Namun Eko memperkirakan, struktur beban terjadi antara 400-600 tahun yang lalu, di mana diperkirakan terjadi bersamaan dengan gempa bumi besar terakhir di daerah itu.

Ia juga belum bisa memastikan berapa kekuatan gempa saat itu. "Namun jika diukur dari slipnya sebesar 2 meter vertikal, maka diperkirakan gempanya berkekuatan antara 6,5 -7,0 Skala Richter,” Eko menjelaskan.

img_title Ide Ridwan Kamil Rekrut 500 Orang Atasi Begal Dinilai Keliru

Sementara itu pakar Geodesi ITB, Irwan Meilano mengatakan, walau gempa di Pulau Jawa tidak separah dibandingkan di Sumatera, namun tetap membahayakan. Menurut Irwan, sejak 2006 lalu, ITB telah melakukan pengamatan Global Positioning System (GPS) di sekitar sesar Lembang. 

Dari pengamatan itu, kecepatan laju geser dari Sesar Lembang diketahui sekitar 2 milimeter per tahun. Ini memang lebih lambat dibandingkan pergerakan sesar di Sumatera yang berkisar antara 100-130 milimeter per tahun, namun tetap Sesar Lembang patut diwaspadai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasalnya, dengan menggunakan data empiris, kata Irwan, suatu patahan yang telah terbentuk sepanjang lebih dari 20 kilometer, bisa memicu gempa sebesar 6,5-7,0 SR, yang merusak. (umi)


Persib Bandung

Perilaku Konsumen di Media Sosial: Studi Kasus Persib Bandung

Persib tidak hanya menjadi klub sepak bola, tetapi juga brand digital yang sukses membangun keterlibatan emosional dengan para pendukungnya.

img_title
VIVA.co.id
17 April 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut