PLN Tawarkan Diskon Tarif 50 Persen

Ilustrasi.
Ilustrasi.
Sumber :
  • Antara/ M Ali Khumaini

VIVAnews - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menawarkan diskon tarif listrik lebih murah 20-50 persen bagi pelanggan industri dan bisnis dengan daya 200 kilovolt ampere (kVa). Salah satu syaratnya, pelanggan bersedia bekerja sama menggeser kegiatan produksinya ke tengah malam hingga pagi hari.

"Dengan pengaturan pemakaian listrik ini, PLN memperoleh manfaat dan di sisi lain pelanggan ada kalanya mengeluarkan biaya tambahan. Maka, sepantasnyalah pelanggan industri maupun bisnis yang ikut berpartisipasi dalam program ini juga memperoleh manfaat berupa insentif," ujar Kepala Divisi Niaga PLN (Persero) Benny Marbun dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews.com di Jakarta, Senin 4 April 2011.

Benny menjelaskan, bentuk kerja sama yang diharapkan adalah mengurangi pemakaian pada waktu beban puncak (WBP) yaitu pada pukul 18.00-22.00, serta memindahkan kegiatannya ke tengah malam hingga pagi hari.

Tawaran lain adalah mengurangi pemakaian pada WBP, atau hanya menaikkan pemakaian pada tengah malam hingga pagi hari. Tawaran terakhir dari PLN bagi pelanggan industri dan bisnis adalah menghentikan pemakaian listrik PLN pada WBP dan sebagai gantinya mengoperasikan pembangkit milik sendiri.

PLN memastikan bagi pelanggan industri maupun bisnis yang mengurangi pemakaian pada WBP atau menaikkan pemakaian pada tengah malam hingga pagi hari, insentif diberikan berupa harga listrik yang lebih murah 20 persem hingga 50 persen dari harga listrik sebelumnya.

Sementara itu, bagi pelanggan industri yang mengoperasikan genset untuk mengurangi listrik PLN pada WBP, maka selisih biaya bahan bakar akibat menjalankan genset tersebut akan diganti PLN.

Data PLN menunjukkan saat ini beban sistem ketenagalistrikan Jawa-Bali pada WBP mencapai 18.500 megawatt (MW), sedangkan pada tengah malam hingga pagi hari hanya sekitar 14.000 MW. Perbedaan beban sekitar 4.500 MW ini menjadikan sistem ketenagalistrikan Jawa-Bali tidak beroperasi optimal.

"Karena untuk melayani beban pada waktu beban puncak, PLN harus menyediakan pembangkit lebih dari 18.500 MW, sedangkan pada tengah malam hingga pagi hari tidak semua pembangkit tersebut terpakai secara optimal, dan karenanya efisiensinya menjadi rendah," kata Benny.

PLN, menurut Benny, berkepentingan menurunkan beban pada WBP dan menaikkan beban pada tengah malam hingga pagi hari. Dengan penurunan beban pada WBP, cadangan mesin PLN menjadi lebih besar dan mesin pembangkit yang kurang efisien dapat dikurangi pemanfaatannya sehingga biaya produksi menjadi lebih rendah. (art)