Hotel Anti Peluru di Bali Sambut KTT APEC

Bendera negara peserta APEC di jalan kota Lima, Peru
Sumber :
  • VIVAnews/Trisukma Djandam

VIVAnews - Untuk menyambut Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Bali 2013, Pemerintah Provinsi Bali merancang pembangunan Bali International Park (BIP) yang di dalamnya terdiri atas hotel megah, ruang pertemuan, dan fasilitas pendukung lainnya di kawasan Nusa Dua, Badung.

Dalam pertemuan yang dipimpin langsung Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, kepastian membangun hotel mewah nan megah itu dibahas kembali.

img_title Ginting Tumbang, Indonesia Gagal Total di Korea Open 2026: Tak Ada Wakil di Semifinal

Gubernur Pastika yang juga menjabat wakil ketua Panitia Bidang Sarana dan Prasarana mengatakan, konstruksi bangunan hotel yang dipresentasikan oleh rekanan PT Jimbaran Hijau sudah memenuhi arsitektur Bali.

"Jadi, Bali International Park ini sudah memenuhi unsur Bali dari segi arsitekturnya. Saya siap mendukung sepenuhnya. Hanya sekarang persoalan lahan yang harus diperjelas. Tolong, BPN (Badan Pertanahan Nasional) segera tindaklanjuti hal itu," ujarnya, Rabu 6 April 2011.
 
Gubernur meminta BPN segera melakukan penelusuran terkait hal itu. Sebab, jika ditilik dari tenggat waktu yang tersisa, hajatan internasional itu hanya tinggal 38 bulan lagi. "Ini harus segera terwujud. Ini juga kan dalam kerangka pencitraan Indonesia dan Bali khususnya. KTT APEC berikutnya, belum tentu digelar di Bali. Jadi, jangan rusak citra kita hanya karena persoalan itu," tutur Pastika.
 
Ia juga meminta agar segera mencarikan jalan alternatif menuju Nusa Dua, Badung. Hal itu mengingat jalan di Bali sudah tidak memenuhi standar internasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pastika menambahkan, jika tidak diperhatikan secara baik, bisa saja hal itu menjadi batu sandungan untuk membatalkan agenda yang akan dihadiri sekitar 26 kepala negara tersebut.

img_title Soal Aksi Boikot Ruben Onsu, Kuasa Hukum: Orang Itu Ditunggangi yang Dibayar

"BPN, Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah), dan BLH (Badan Lingkungan Hidup) segera pecahkan poin yang menjadi permasalahan. Pak Presiden sudah minta laporannya," kata Pastika.
 
Sementara itu, Kepala Bappeda Badung, Wayan Suambara yang ikut dalam pertemuan tersebut menjamin lokasi dibangunnya BIP tak terbentur Perda Nomor 16 Tahun 2009 Tentang RTRW Bali. Hanya, sambungnya, lahan tersebut masuk dalam kawasan terbuka hijau.
 
Komisaris Utama PT Jimbaran Hijau, Frans Bambang Siswanto meyakinkan bahwa lahan seluas 200 hektare (ha) yang akan dibangun menjadi BIP adalah lahan miliknya pribadi. "Tanah itu milik saya pribadi. Saya berikan secara ikhlas kepada negara," katanya.
 
BIP sendiri rencananya akan dibangun di atas lahan seluas 200 ha dengan total anggaran mencapai Rp1,2 triliun.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut