Siapa Strauss, Bos IMF Tersandung Kasus Seks

Dominique Strauss-Kahn Direktur IMF
Dominique Strauss-Kahn Direktur IMF
Sumber :
  • AP Photo

VIVAnews - Ditangkapnya Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF), Dominique Strauss-Kahn, akibat kasus pelecehan seksual mengejutkan banyak pihak. Ia diduga melakukan kejahatan seksual, percobaan perkosaan, dan melakukan penyekapan atas petugas hotel.

Strauss ditangkap sesaat sebelum terbang ke Prancis. Politisi Prancis berusia 62 tahun itu nyaris berhasil kabur dari Amerika Serikat pada Sabtu sore waktu setempat bila pihak keamanan terlambat sepuluh menit mencokoknya.

Dia ditangkap oleh detektif yang tidak berseragam. Padahal, dia sudah duduk enak di kabin kelas satu pesawat Air France tujuan Paris di Bandar Udara John F Kennedy (JFK), New York.

Pria yang malang melintang sebagai politisi dan ekonomi ini dikenal sebagai sosok yang pandai mamainkan kata. Salah satu koleganya di IMF, Simon Johnson, mengatakan Strauss merupakan politikus cerdas. "Ia merupakan politikus yang benar-benar brilian," kata Simon Johnson.

Di balik kasus yang menimpa bos IMF itu, bagaimana perjalanan karier Strauss?

Pria kelahiran 25 April 1949 ini memiliki orang tua berdarah Yahudi dan lama menghabiskan waktunya di Maroko. Ia menjadi managing director kesepuluh Dana Moneter Internasional (IMF) sejak 1 November 2007. Setelah terpilih, ia mempunyai agenda reformasi lembaga keuangan dengan 186 negara anggota dan membantu mengawasi ekonomi global.

Strauss memegang gelar PhD di bidang ekonomi dari Universitas Paris. Pria kandidat Presiden Prancis ini juga lulusan hukum, administrasi bisnis, studi politik, dan statistik.

Dia memulai kariernya sebagai asisten profesor, dan menjadi profesor ekonomi di Universitas Paris pada 1978. Hidupnya lalu banyak dihabiskan di Prancis. Ia kemudian diangkat menjadi wakil komisaris Badan Perencanaan Ekonomi (1981-1986), terpilih anggota parlemen di National Assembly (1986), dan memimpin komisi keuangan (1988-1991).

Namun, pada 1993-1997, ia beralih jalur ke sektor swasta sebagai pengacara perusahaan. Ia lalu naik kelas menjadi menteri perindustrian dan perdagangan internasional, Prancis (1991-1993), yang ikut berpartisipasi membahas perundingan perdagangan dalam Putaran Uruguay.

Lalu, Strauss-Kahn diangkat menjadi menteri ekonomi, keuangan, dan industri Prancis sejak Juni 1997 hingga November 1999. Saat menjabat, dia berhasil meluncurkan mata uang euro di Prancis. Dia juga mewakili Prancis dalam dewan gubernur dari sejumlah lembaga keuangan internasional, termasuk IMF.

Di bidang pendidikan, ia mengajar ekonomi di Institut d'Etudes Politik Paris (2000-2001) dan juga menjadi profesor tamu di Universitas Stanford. Ia juga penasihat pribadi sekretaris jenderal Organization for Economic Cooperation and Development (OECD).

Sebelum menempati puncak jabatan IMF, pada 2006 ia mencalonkan diri menjadi kandidat presiden Prancis yang diusung Partai Sosialis Segolene Royal. Namun sayang, ia gagal. Ia lalu menjadi bos IMF sejak 2007.

Namun, kariernya ternyata tak semulus yang dibayangkan. Namanya sempat tercoreng ketika ia kepergok selingkuh dengan ekonom Hungaria di IMF. Pasangan selingkuh Strauss akhirnya memutuskan meninggalkan IMF. Strauss pun tetap menduduki jabatannya dan mempertahankan pernikahannya dengan wartawati yang dinikahi pada 1991.

Masalah itu menimbulkan banyak pertanyaan kepadanya, terutama kehidupan pribadinya. Namun, ia punya 'senjata' untuk mengelak dengan mengatakan bahwa budaya tradisional Prancis yang ia anut enggan menyelidiki kehidupan pribadi dari tokoh masyarakat.

Adanya kasus ini, membuat mimpi Strauss menjadi presiden Prancis 2012 menggantikan Nicholas Zarkozy menjadi dipertaruhkan. (art)

Sumber: BBC, IMF