Nazaruddin: Saya Akan Kirim Pengacara ke KPK

Bendahara Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin
Bendahara Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin
Sumber :
  • ANTARA/Andika Wahyu

VIVAnews -Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin sudah dua kali mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Jumat pekan lalu dia tidak datang. Padahal para penyidik memerlukan keterangan  Nazaruddin sebagai saksi dalam kasus revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan di Kementerian Pendidikan Nasional tahun anggaran 2007.

Senin pekan ini dia mangkir lagi. Pada panggilan yang kedua itu Nazaruddin hendak diperiksa sebagai saksi dalam perkara suap pembangunan Wisma Atlet di Palembang. Tidak datang dua kali, KPK kemudian kembali memanggilnya untuk datang pada Kamis, 16 Juni 2011.

Tapi Nazaruddin dipastikan tidak akan memenuhi panggilan yang ketiga itu. Dia akan mengutus pengacaranya untuk hadir di KPK.

"Hari Kamis pengacara saya akan hadir di KPK pukul 10.00 WIB, untuk memberikan imformasi mengapa saya belum bisa menghadiri panggilan KPK," kata Nazaruddin lewat BBM kepada VIVAnews.com.

Namun, Nazaruddin tidak menyebut nama pengacara yang akan diutus untuk hadir ke KPK. "Lihat saja Kamis nanti," ujar Nazaruddin singkat. Sebelumnya dia membantah keras semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Jika tidak datang pada panggilan yang ketiga itu, KPK akan memanggil paksa Nazaruddin. Sejumlah kalangan berharap agar Partai Demokrat membantu memulangkan kadernya itu dari Singapura. Tapi petinggi partai itu mengaku sudah putus kontak dengan Nazaruddin.

“Selama ini kan one traffic – dia kontak, saya jawab. Sekarang sudah putus total sejak dia dipanggil KPK,” kata Ketua DPP Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa 14 Juni 2011. Apapun, Sutan menegaskan, Demokrat tetap mendorong Nazaruddin datang memenuhi panggilan KPK