Rupiah Melemah di Level 11.275/US$

VIVAnews - Nilai tukar rupiah di pasar spot antarbank Jakarta pukul 08.30 WIB kembali melemah dan bergerak di kisaran level 11.225-11.275 per dolar Amerika Serikat (US$).

Sedangkan, pada penutupan Selasa, 20 Januari 2009, di pasar spot antarbank Jakarta, mata uang lokal itu ditutup pada kisaran 11.230-11.265 per dolar AS.

Menurut Bayu Fadjar Aini, dealer valas salah satu bank swasta ternama di Jakarta, penguatan dolar AS terhadap sebagian besar mata uang regional seperti dolar Singapura, yen Jepang, dolar Hong Kong, dan dolar Australia menjadi pemicu pelemahan rupiah pagi ini. "Saat dibuka, rupiah langsung melemah," ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu, 21 Januari 2009.

Mata uang lokal itu dibuka pukul 08.00 WIB langsung bergerak di kisaran 11.225-11.227/US$ dan masih bercokol di kisaran level tersebut saat ini.

Sedangkan berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg, rupiah pukul 08.30 WIB, Rabu, 21 Januari 2009 berada di posisi 11.339/US$.

Dia mengakui, pelantikan Barack Obama menjadi Presiden AS yang berjalan mulus dan direspon positif pasar di negara tersebut menjadi katalis diburunya kembali dolar di pasar regional maupun global oleh sejumlah investor dan pelaku pasar.

Bayu memperkirakan, transaksi jual dan beli rupiah pada siang sampai penutupan sore hari nanti masih cenderung melemah di kisaran 11.200-11.300/US$. "Pasar modal kita yang cenderung terkoreksi, karena bursa regional dibuka melemah turut mendorong orang menyimpan dolar," katanya.