Blackfish, Prototipe Kapal Cepat Anti-Teror

The Blackfish, kapal cepat tanpa awak untuk antisipasi teror di laut
Sumber :
  • Qinetiq

VIVAnews - Para komandan Angkatan Laut selama bertahun-tahun kesulitan melindungi kapal dari serangan teroris. Namun, sejumlah peneliti kini menemukan jawaban untuk masalah ini: sebuah robot jet ski yang bisa 'melihat' di bawah permukaan air, dan memiliki kecepatan hingga 65 kilometer atau 40 mil per jam.

Robot jet ski yang dinamakan 'The Blackfish' itu memiliki panjang sekitar 3 meter. The Blackfish merupakan perangkat yang bisa dikendalikan dari jarak jauh, hingga beberapa kilometer. Bahkan, rute perjalanannya bisa
diprogram.

Bukan Hanya Palestina, Ini 9 Negara yang Belum Diakui Keanggotannya oleh PBB

The Blackfish didesain untuk melindungi serangan bunuh diri, seperti yang terjadi dalam serangan ke kapal perang USS Cole di Yaman pada tahun 2000 silam. Saat itu, serangan yang dilancarkan Al Qaeda menewaskan 17 orang.

Kapal perang memang memiliki kelemahan untuk menangkal serangan dari obyek kecil, apakah itu kapal nelayan kecil, speed boat kecil, atau perenang. Hal ini yang menyebabkan peneliti Inggris dari perusahaan Qinetiq mengembangkan The Blackfish.

Seperti dikutip dari Discovery, juru bicara Qinetiq Amerika Utara, Mark Hewitt, mengatakan, "Di pelabuhan domestik dan manca negara, ada sejumlah perhatian terhadap perenang atau penyelam yang mendekati kapal dari bawah laut," kata Hewitt. "Angkatan Laut berusaha menyelesaikan masalah itu."

Para pengembang merancang The Blackfish menyerupai jet ski tanpa awak, yang dilengkapi kamera video, radar permukaan, dan radar sonar bawah laut. Selain itu, perangkat ini juga dilengkapi dengan persenjataan.

Namun, faktor kecepatan masih dianggap jadi kekurangan perangkat ini. Menjawab ini, Hewitt menjelaskan. "Ini jet ski, tentu cepat, karena manusia hanya bisa berenang dengan kecepatan dua knot. Tapi kami mengatasi itu dengan memasang bow-thrusters (penahan). Jadi pelaju bisa dimatikan dan dipasang di kecepatan rendah."

The Blackfish juga dilengkapi dengan hydro jet, bukan baling-baling. Jadi, perangkat ini dibuat memiliki resiko seminimal mungkin untuk mencelakai perenang yang tidak bersalah.

Sedangkan, untuk rute perjalanan, alat ini dapat memprogram rute dengan menggunakan sistem navigasi berdasarkan GPS.

2.000 Hewan Ternak Dilakukan Vaksinasi Antisipasi Wabah PMK Secara Gratis

Dengan segala kecanggihan ini, The Blackfish diharapkan dapat melindungi armada kapal, dan tentu saja nyawa awaknya, dari serangan teroris. (kd)

Calon anggota Paskibra Kabupaten Sukabumi dinyatakan meninggal dunia.

Kronologi Siswi SMAN 1 Cisaat Meninggal Dunia saat Jalani Seleksi Paskibra

Seorang siswi SMA Negeri 1 Cisaat meninggal dunia saat mengikuti seleksi pasukan pengibar bendera (paskibra) tingkat Kabupaten Sukabumi 2024 di Kecamatan Palabuhanratu,

img_title
VIVA.co.id
20 April 2024