Pimpinan KPK: Politisi Demokrat Pun Kami Usut

Wakil Ketua KPK, Haryono Umar dan M Jasin
Wakil Ketua KPK, Haryono Umar dan M Jasin
Sumber :
  • kpk.go.id

VIVAnews - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi M Jasin membantah anggapan masyarakat yang muncul melalui survei bahwa lembaganya pilih kasih dalam menangani kasus melibatkan partai penguasa. Jasin menyebutkan, di bawah KPK periode 2 ini, sudah dua anggota DPR dari Demokrat yang diusut.

"Apa pun hasilnya saya menghargai hasil survei," kata Jasin kepada VIVAnews, 7 Agustus 2011. "Tapi perlu dijelaskan ke masyarakat bahwa KPK bekerja secara profesional berdasarkan alat bukti yang ditemukan, bukan mengarah ke partai atau golongan atas pesan parpol lain. Siapa pun bila alat bukti telah cukup berdasarkan undang-undang maka KPK konsisten memprosesnya."

Menurut Jasin, fakta menunjukkan pimpinan KPK periode 2 telah menangani kasus korupsi yang melibatkan 38 anggota DPR dari berbagai partai. "Dari partai penguasa yakni dua orang oknum anggota DPR yang masih aktif dan dua bupati, yang satu masih aktif. Dan masih banyak lagi kalangan eksekutif yang berafiliasi dengan partai penguasa," katanya.

Sebelumnya, Lingkaran Survei Indonesia melansir kepercayaan publik terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merosot tajam. Menurut mereka hasil ini adalah salah satu potret kekecewaan masyarakat terhadap kinerja lembaga anti korupsi itu.

"Hanya 41,6 persen responden yang yakin KPK dapat tuntaskan kasus korupsi tanpa pandang bulu meski melibatkan tokoh atau partai berkuasa. Angka ini menunjukkan cukup minoritas kepercayaan publik terhadap KPK," ujar Adjie Alfaraby, peneliti LSI di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu 7 Agustus 2011.

Survei ini sendiri dilakukan dengan menggunakan dua metode penelitian sekaligus. Pertama adalah riset kuantitatif, diawali pengumpulan data pada Juni 2011 dengan menunggunakan metode riset kuantitatif (survei), terdiri dari metode multistage random sampling, dengan melakukan wawancara tatap muka dengan kuesioner kepada 1200 responden dan margin of error sebesar 2,9 persen.

Kedua, metode riset kualitatif yaitu wawancara mendalam, dan media analis sejak bulan Juli dan Agustus 2011. (ren)