Sambutan Pertama Gita di Trade Expo Indonesia

Gita Wirjawan
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

VIVAnews - Gita Irawan Wirjawan memberikan sambutan untuk pertama kalinya sebagai Menteri Perdagangan dalam pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-26 di Jakarta International Expo. Pagi tadi dia dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

img_title Apartemen Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy Disita KPK

Bahkan saat hadi di TEI  ia  belum sempat serah terima jabatan.

Ketika namanya dipanggil untuk memberikan sambutan oleh pembawa acara, tepuk tangan riuh dari peserta yang berasal dari berbagai kalangan mengiringi naiknya Gita ke podium.

Dalam sambutannya, Gita mengatakan pameran produk Indonesia berskala internasional yang akan dibuka oleh Wakil Presiden RI, Boediono hari ini, ditujukan untuk meningkatkan transaksi dagang. Pameran juga digelar untuk mencari dan meningkatkan peluang bagi produk-produk Indonesia di pasar tujuan ekspor yang baru sambil mempertahankan pasar tradisional.

"TEI adalah pameran dagang berorientasi business-to-business, mediator dan fasilitator nasional dan internasional, pameran ini menampilkan produk-produk ekspor terbaik dengan creative differences," kata Gita Wirjawan, di JI-Expo, Jakarta, Rabu, 19 Oktober 2011.

Pameran yang mengusung tema "Indonesia Memukau" atau  Remarkable Indonesia, di Jakarta International Expo Kemayoran. Gita mengaku, Kementerian Perdagangan pada tahun ini menargetkan transaksi mencapai US$380 juta dengan jumlah pembeli 8.300 orang  dengan peserta umum sebanyak 850 perusahaan serta pengunjung diperkirakan mencapai 25 ribu orang.

Pameran ini, lanjut Gita, dilakukan di tengah kondisi dan ancaman krisis ekonomi global saat ini, sehingga TEI menjadi salah satu faktor kunci untuk meningkatkan perdagangan Indonesia ke sejumlah negara.

Diakuinya, penurunan permintaan di sejumlah pasar utama, tidak akan begitu berdampak pada pasar ekspor Indonesia bahkan bisa menembus US$200 miliar hingga akhir tahun. Hal ini sejalan dengan upaya diversifikasi negara tujuan ekspor yang digencarkan pemerintah.

"Apabila pergerakan ekspor sampai akhir tahun dapat dijaga dengan baik di atas 30 persen, total ekspor kita akan menembus lebih dari US$200 miliar," kata Gita.

Secara kumulatif, lanjut Gita, sampai Agustus 2011 ekspor Indonesia mencapai US$134,8 miliar atau meningkat 36,58 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara ekspor non migas mencapai US$107,37 miliar atau meningkat 31,43 persen.

Kinerja ekspor non migas selama 2011 ditopang oleh diversifikasi pasar ekspor ke beberapa negara non tradisional seperti beberapa negara yang berada di wilayah Timur Tengah dan Asia. Langkah diversifikasi yang digencarkan oleh pemerintah ke sejumlah negara baru terbukti efektif menahan koreksi ekspor yang lebih dalam, kata Gita, apalagi di tengah kondisi pasar global yang tengah lesu akibat dampak krisis global.

Bila pada penyelenggaraan TEI tahun lalu, komposisi buyer didominasi oleh buyer dari negara-negara non tradisional sebesar 75 persen, maka untuk TEI tahun ini diharapkan dapat dicapai kesuksesan yang sama.

Beberapa buyer dari sejumlah negara telah menyampaikan konfirmasinya untuk datang pada TEI 2011 antara lain berasal dari Nigeria, Malaysia, Mesir, India, Sudan, dan Meksiko. Begitu juga dengan beberapa rombongan misi dagang yang akan hadir yaitu rombongan dari India, UAE, Nigeria, Jepang, Korea Selatan dan Zimbabwe.

"Hal ini tentu saja tidak lepas dari upaya promosi dan diversifikasi pasar yang telah dijalankan, produk kita semakin dikenal di pasar-pasar baru," kata Mendag. (umi)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi AI

AI Bukan Lagi Sekadar Tren, 69 Persen Pekerja Indonesia Sudah Memakainya

AI makin banyak dipakai pekerja Indonesia. Survei PwC mencatat 69% telah menggunakannya, sementara fitur transkripsi AI dapat mengubah percakapan rapat menjadi.

img_title
VIVA.co.id
29 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut