23-11-1963: Lyndon Johnson Gantikan Kennedy

Lyndon Baines Johnson jadi Presiden AS.
Sumber :
  • REUTERS

VIVAnews - Pada 48 tahun yang lalu, Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Lyndon Baines Johnson, ditunjuk sebagai presiden, menggantikan John F Kennedy, yang tewas ditembak di Kota Dallas sehari sebelumnya.

Menurut stasiun televisi The History Channel, Presiden Johnson dilantik hanya dua jam setelah JFK wafat akibat tembakan di kepala. Pelantikan pemimpin berusia 55 tahun itu dilakukan di dalam pesawat kepresidenan, yang sedang mendarat di pangkalan Angkatan Udara Andrew's.

Ibu Negara Claudia Alta Taylor Johnson, menjadi saksi pelantikan ini bersama janda Kennedy, Jacqueline, yang masih mengenakan baju yang ternoda oleh darah suaminya.

img_title Layar, Baterai atau Mesin? Ini Cara Mengenali Bagian HP yang Mulai Rusak

Pada Pemilu 1964, Johnson kali ini terpilih menjadi presiden AS dengan kemenangan telak. Pemimpin yang didukung Partai Demokrat itu dikenal memperjuangkan undang-undang "Great Society," yang menegakkan hak-hak sipil, penyiaran publik, layanan kesehatan, perlindungan lingkungan hidup, bantuan pendidikan, dan pengentasan kemiskinan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun Johnson juga meningkatkan keterlibatan Amerika dalam Perang Vietnam. Itulah yang membuat popularitasnya menurun dan mengundurkan diri dalam pencalonan presiden pada Pemilu 1968 karena mendapat tentangan dari para sekutunya di Partai Demokrat yang anti perang.

img_title Foto Sosok Misterius di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Mendadak 'Hilang', Kemenimipas: Ini Jadi Sasaran Kami

Johnson meninggal di kediamannya pada 22 Januari 1973 setelah menderita serangan jantung. Dia wafat di usia ke-64 tahun.

Penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny di FIFA ASEAN Cup 2026

Penyebab Rangking FIFA Timnas Indonesia Merosot

Kemenangan 2-0 atas Singapura tidak membuat posisi Timnas Indonesia di live ranking FIFA bertahan di tempat semula. Skuad Garuda justru merosot satu peringkat dari posisi

img_title
VIVA.co.id
26 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut