Antropolog AS: Atlantis yang Hilang Itu Mitos
- Dok. Atlantis
Namun ia tak setuju. Feder menyatakan, kebenaran harus disampaikan. Dia menambahkan, bahwa benar ada masa lalu yang harus digali, ditelaah, daripada cerita-cerita 'sampah' seperti Stongehene atau lainnya.
Berbeda dengan Feder, sejumlah ilmuwan justru meyakini Atlantis benar ada. Salah satunya, fisikawan asal Brazil, Arysio Santos. Dalam buku yang berjudul “Atlantis the Lost Continents Finally Found”, Santos menggambarkan lokasi Atlantis di lokasi "the most volcanic region in the world" alias daerah paling banyak gunung berapinya.
Dengan hipotesa inilah, Santos menunjuk Indonesia. Pendapat Santos diperkuat hipotesa Stephen Oppenheimer, ahli genetika dan struktur DNA manusia dari Oxford University, Inggris -- yang mengungkap peradaban yang ada sesungguhnya berasal dari Timur, khususnya Asia Tenggara. (eh)