Generasi Menunduk dalam '#RepublikTwitter'

Film #Republik Twitter
Sumber :

VIVAnews - Generasi menunduk, ucapan itu yang dilontarkan Andre (Ben Kasyafani) pada Sukmo (Abimana Aryasatya) saat melihat rombongan anak sekolah yang berjalan sambil menunduk. Mata mereka tertuju pada layar telepon genggam, sementara  jemari mereka sibuk mengetik.

Penyebabnya apalagi kalau bukan teknologi dan jejaring sosial. Lewat jejaring sosial bernama Twitter juga, Sukmo mengenal Hanum (Laura Basuki). Hanum adalah jurnalis ibukota yang dengan kebawelannya di Twitter mampu memikat Sukmo, mahasiswa semester akhir yang kuliah di Yogyakarta.

Untuk membuktikan kata-katanya di dunia maya, Sukmo berniat menemui Hanum di Jakarta. Mengejar komitmen, katanya.

Sayangnya Hanum yang dilihatnya ternyata benar-benar cantik, di samping Hanum juga ada seorang pria necis, yang menurut Sukmo 'Jakarta banget'. Sukmo pun mengurungkan niatnya untuk bertemu Hanum.

Tak disangka, kepiawaian Sukmo mengolah 140 karakter dalam Twitter, justru dilirik oleh Belo (Edy Oglek). Sukmo pun ditawari bekerja di warnetnya. Di warnet Belo, Sukmo diminta untuk mengelola beberapa akun Twitter milik orang penting, termasuk menjadikan nama Arif Cahyadi sebagai trending topic, sesuai yang diperintahkan oleh Kemal. Republik Twitter yang mereka bangun pun berjalan lancar.

Setelah menerima gaji, Sukmo pun percaya diri untuk bertemu dengan Hanum. Dengan pinjaman baju dari sahabatnya, Andre, Sukmo pun mengubah penampilannya demi bertemu wanita pujaan hatinya. Dan, kali ini malah Hanum yang kecewa, Sukmo yang tampil rapi dan ada di hadapannya ternyata tak seperti yang dia bayangkan selama ini.

Padahal di kantornya, Hanum juga sedang tertekan dan memutuskan untuk berhenti jadi jurnalis. Sukmo tak mau Hanum mundur. Dia akhirnya membuka kisah Republik Twitter pada Hanum, berita itu pun dipakai sebagai laporan utama. Tapi berita besar itu justru jadi bumerang bagi Sukmo, karena dia harus berhadapan dengan pacar Andre, Nadya (Enzy Storia).

img_title BPKH Siap Salurkan Nilai Manfaat Rp8,83 Triliun untuk Haji 2027

Benang Merah

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Semua kisah di atas ada dalam film '#RepublikTwitter'. Film besutan Kuntz Agus ini memanfaatkan laman Twitter sebagai benang merah. Dialog-dialog cerdas di sepanjang film patut diacungi jempol. Naskahnya ditulis oleh novelis E.S Ito. Beberapa desain grafis sengaja ditaruh untuk pergantian satu adegan ke adegan lain.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Terkuak Alasan KPU Terima Suket Ijazah Gibran hingga Lolos Verifikasi Dokumen Cawapres, Sebut Tidak Ada Laporan
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut