Puting Beliung Menerjang, Ratusan Mengungsi

Angin Puting Beliung Yang Menerjang Sidrap
Angin Puting Beliung Yang Menerjang Sidrap
Sumber :
  • BNPB/Sutopo

VIVAnews – Sebanyak 640 orang di Kabupaten Tanah Bumbu dan 200 orang di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mengungsi sejak angin puting beliung dan gelombang pasang melanda wilayah mereka, Senin, 19 Maret 2012 kemarin.

“Satu orang meninggal dunia, sementara ratusan jiwa mengungsi ke rumah saudara atau tetangga mereka. Ratusan rumah pun mengalami kerusakan,” kata Kepala Pusat Informasi dan Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugrogo, dalam rilis yang diterima VIVAnews, Jumat, 23 Maret 2012.

Sedikitnya ada dua wilayah di Kalimantan Selatan yang mengalami kerusakan parah akibat bencana tersebut, yakni Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Banjar.

“Di Tanah Bumbu 3 rumah rusak total, 31 rumah rusak berat, 141 rumah rusak ringan, 1 tempat ibadah rusak, 1 jembatan antardesa rusak, 47 bagang nelayan rusak, dan 1 pos pelayanan kesehatan rusak,” papar Sutopo. Sementara di Kabupaten Banjar kerusakan masih dalam pendataan.

Saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tanah Bumbu maupun Kabupaten Banjar telah mendirikan posko dan mendistribusikan logistik. BPBD Tanah Bumbu telah melengkapi posko dengan pos pelayanan pengungsi, pos kesehatan, dan dapur umum.

Dinas sosial setempat bersama-sama dengan pihak swasta dan masyarakat juga membantu memberikan logistik bantuan. Sementara di Kabupaten Banjar TNI/Polri ikut terjun membantu membersihkan lokasi bencana. Saat ini kedua kabupaten tersebut memerlukan bantuan mendesak berupa shelter, sandang, dan dapur umum.

Selain Tanah Bumbu dan Banjar, kerusakan rumah juga terjadi di Kabupaten Tanah Laut. Namun, penduduk di daerah ini tidak sampai mengungsi. Bantuan logistik dari PMI dan masyarakat juga dilaporkan sudah didistribusikan ke sini.

Sementara itu, Kota Banjarmasin dan Barito Kuala yang juga terkena bencana, tidak sampai didera kerusakan berarti meski awalnya warga setempat panik karena isu tsunami. Saat ini, jelas Sutopo, situasi di keseluruh wilayah tersebut secara umum masih bisa ditangani oleh pemerintah daerah dan pemerintah provinsi setempat. (hp).