Tantangan Sebulan Tanpa Kosmetik

Anna Pursglvoe
Anna Pursglvoe
Sumber :
  • daily mail

VIVAnews - Anna Pursglvoe mengamini survei yang menyebut 2/3 wanita kehilangan percaya diri bahkan stres ketika diminta bepergian tanpa kosmetik. Ia merasakan sendiri derita hidup tanpa kosmetik selama sebulan.

Wanita asal Inggris itu menerima tantangan sebuah majalah perempuan untuk menghentikan semua jenis bentuk perawatan wajah dan tubuh selama empat minggu. "Aku harus melupakan make up dan semua produk kecantikan," katanya, dikutip Daily Mail.

Tak boleh menggunakan segala jenis produk kecantikan yang biasa ia pakai seperti krim wajah, toner, pelembab, concealer, maskara, bedak, lipstik, bedak, parfum, lotion, dan cat kuku. Membersihkan wajah juga hanya boleh dengan air.

Semua jenis perawatan kecantikan juga tak boleh. Selama sebulan, ia tidak waxing, blow rambut, meluruskan rambut, creambath, mikrodermabrasi, chemical peeling, laser wajah, tanning, manikur, pedikur, memutihkan gigi, membentuk alis, dan memperpanjang bulu mata. 

"Semua yang produk atau perawatan yang masuk kategori estetika dan bersolek, dilarang. Aktivitas yang tujuannya styling atau memanjakan tubuh juga dilarang. Yang tetap boleh dipakai hanya produk dasar seperti sabun dan sampo biasa," ujarnya.

Hari pertama, kedua, terlewati dengan lancar. Memasuki hari ketiga, ia mulai uring-uringan melihat rambutnya yang biasanya tertata rapi mulai kusut dan susah diatur.

Hari kelima stres bertambah karena harus datang ke pesta dengan kondisi bulu kaki tak tercukur. Dengan wajah tanpa make up dan bulu kaki menyembul dari balik stocking, sampai-sampai ia harus menghindari fotografer selama di pesta.

Satu minggu pertama, Pursglvoe merasa setiap bagian tubuhnya seperti terkelupas. Bibirnya kering, rambutnya kusut, dan kakinya bersisik. Wajahnya juga mulai kusam dengan kerutan di kulit yang semakin terlihat jelas.

Minggu kedua juga menjadi siksaan tersendiri ketika harus berlibur bersama keluarganya ke pantai. Selain tak bisa menggunakan tabir surya, ia juga tak nyaman mengenakan bikini karena bulu-bulu dari area intimnya menyeruak.

Namun, tantangan ini membuatnya tersadar bahwa selama ini telah melakukan perawatan kecantikan yang agak berlebihan. Ia terjebak dalam candu.

"Jujur aku merasa tidak bebas. Aku merasa kotor dan setiap malam mulai bermimpi tentang maskara, kulit mulus, dan kuku yang cantik," ujarnya. "Aku sadar mengejar keindahan adalah kebahagiaan sekaligus kutukan, tapi aku harus selesaikan tantangan ini."