PLN Tambah Pasokan Listrik Saat Pemilu

VIVAnews - PT (Persero) PLN Wilayah Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara akan menyiapkan cadangan listrik untuk mengantisipasi rencanan pemadaman listrik bergilir saat proses pemilihan umum berlangsung.

"Kami telah memerintahkan semua PLN ditingkat cabang untuk mendata kebutuhan listrik," ujar M Yamin Lolleh, Juru bicara PLN Wilayah Sultan barata, Senin, 23 Februari 2009.

Menurut Yamin, kebijakan cadangan listrik merupakan instruksi dari pemerintah pusat. Yakni dengan menyiapkan dana tambahan sekitar $ 30 juta.

Anggaran tersebut disiapkan bagi daerah jika dalam kondisi darurat. Salah satunya pemadaman listrik bergilir yang bersamaan dengan berlangsungnya agenda nasional.

Hingga saat ini, belum ada aturan teknis untuk persiapan cadangan listrik tersebut. Namun, lanjut Yamin, kemungkinan PLN akan menyediakan listrik cadangan melalui genset-genset dengan daya keseluruhan berkapasitas 30-40 MW.

"Kami akanĀ  pada saat pesta demokrasi berlangsung dibeberapa titik vital. Seperti KPU, kantor polisi dan Kantor-kantor telkom," lanjut Yamin kepada wartawan.

Sebagai langkah awal, PLN baru melakukan kalkulasi seberapa besar listrik cadangan yang dibutuhkan pada saat pesta demokrasi nanti. PLN akan mendata seluruh KPU serta memetakan seluruh lokasi TPS di Sulsel dan Sulbar. Dari proses tersebut akan ketahuan daerah-daerah yang tingkat gangguannya paling tinggi.

Yamin kembali mempertegas, pemadaman bergilir yang diummkan hingga 12 April 2009, di sektor kelistrikan PLN Wilayah Sultan Barata murni karena persoalan teknis. PLN harus memasuki masa pemeliharaan, setelah kondisinya tidak memungkinkan untuk beroperasi.

Pemeliharaan tersebut membuat PLN defisit hingga 60 MW dan 2 provinsi terpaksa mendapat pemadaman bergilir. Yakni Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Laporan: Rahmat Zeena | Makassar