Kampus Rekomendasi 3 Mahasiswa Geodesi di DO

VIVAnews - Komisi penegakan norma ITB merekomendasikan tiga mahasiswa Geodesi untuk diberi sanksi Droup Out, terkait kematian Dwiyanto Wisnugroho mahasiswa Geodesi anggkatan 2007 yang meninggal dunia pada ospek beberapa waktu lalu.

Ketiga mahasiswa yang dianggap paling bertanggung jawab itu diantaranya Ketua Ikatan Mahasiswa Geodesi (IMG) Raditya Gunawan, Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru I Putu Tria Dharma, dan Korlap M Zahril Affendy.

Menurut sumber VIVAnews di ITB yang enggan disebutkan namanya menyatakan hasil rekomendasi tersebut, selanjutnya akan disampaikan kepada rektor ITB Joko Santoso, untuk ditetapkan menjadi keputusan. "Kami masih menunggu dari pak Rektor," imbuhnya.

Namun menurutnya, berdasarkan hasil sidang tersebut, terdapat beberapa poin yang dapat meringankan mereka untuk dicabut statusnya sebagai mahasiswa ITB.

Diantaranya panitia sudah berusaha untuk menghentikan kekerasan, mengaku tidak profesional dengan meminta bantuan orang lain dan sudah bersikap kooperatif selama sidang komisi. "Tapi tetap keputusan ada di tangan Pa Rektor," sambungnya.

Selain itu, komisi penegakan norma pun merekomendasikan pengurangan 10 sistem kredit semester (SKS) kepada 81 mahasiswa Geodesi angkatan 2007. Hal itu menurutnya, sebagai bentuk pemberitahu kepada mahasiswa untuk menentukan mana yang baik dan salah.

"Bukan maksud memberikan efek jera. Ini hanya pemberitahuan saja. Karena pada saat masuk, mereka sudah menandatangani surat perjanjian untuk tidak mengikuti kegiatan tanpa persetujuan pihak rektorat. Namun itu masih tetap saja dilakukan," ujarnya. 

Pengurangan SKS itu, rencananya akan diterapkan pada tahun ajaran 2009/2010, dengan dibagi dua semester. pada tahap semester ganjil nanti semua mahasiswa mulai dikurangi SKSnya sebanyak 5 SKS. Sedangkan sisanya diselesaikan pada semester berikutnya.

"Bila sanksinya disekaliguskan satu semester bisa terancam DO juga. Makanya pengurangan itu kami lakukan dua semester," imbuhnya.

Sementara itu wakil rektor bagian kemahasiswaan dan alumni ITB Widiyo Nugroho Sulasdi, enggan untuk memberikan komentar banyak terkait hasil sidang komisi penegakan norma.

"Saya tidak ingin memberikan keterangan. Biarkan dulu kami bekerja," ujarnya di lantai V Gedung Annex, jaan Taman Sari, Bandung.

Laporan: Sigit Zulmunir | Bandung