Manohara Odelia Pinot
- VIVAnews/Ikhwan Yanuar
KASUS SIDANG MANOHARA
Kasus Manohara yang disidangkan di pengadilan Syariah Malaysia dengan tuduhan penganiayaan memvonis kekalahan telak. Pengadilan Malaysia November lalu memerintahkan Manohara dan ibunya membayar denda dan ganti rugi RM105 juta atau sekitar Rp291 miliar karena melakukan fitnah. Hal ini ditanggapi dengan santai oleh Manohara. Dia mengaku aktivitasnya tetap berjalan normal.
Masuk Januari 2010, perseteruan Mano dan Fakhry berlanjut. Di depan pengadilan syariah Malaysia, Tengku Fakhry menuntut agar Manohara mengembalikan hutang sebesar satu juta ringgit yang bukan merupakan bagian harta dorm (pernikahan). Dia menyatakan bahwa uang bukanlah masalah. Yang terpenting baginya adalah menjaga martabat dan reputasi diri serta keluarga kerajaan Kelantan.
Fakhry berkata bahwa ia terpaksa memulai proses hukum untuk membersihkan namanya atas tuduhan penyiksaan fisik dan seksual yang digembar-gemborkan Manohara.
Untuk membalas sinetron Manohara yang dianggap mencoreng nama baik diri dan keluarganya, Pangeran Kelantan Tengku Fakhry, membuat layar lebar tandingan. Film berjudul Kisah Prahara Cinta Pangeran mulai diproses September 2009 silam.
KISAH CINTA
Sebelum menikah, beberapa pria menghiasi hidup Manohara. Manohara pernah menjalin asmara dengan seorang pembalap muda asal Singapura, Ryan Hatyanto. Walaupun prahara rumah tangganya masih berlanjut di pengadilan, Manohara tak patah arang. Ia kembali menemukan cinta. Kali ini Manohara menggandeng seorang pengusaha muda Indonesia, Amiel Mohede.