Futuris: 2045, Komputer Bisa Lebih Cerdas dari Manusia

Robot Restaurant China
Sumber :
  • REUTERS/Sheng Li
VIVAnews
img_title Persija di Puncak Klasemen, Marcos Reina Tegaskan Persik Kediri Tak Datang untuk Kalah
- Mesin superpintar sepertinya terdengar hanya fiksi dan terjadi pada film saja. Namun banyak ahli yang meyakini ide mesin super itu dengan tingkat kecerdasan dapat melebihi manusia, bisa terjadi dan bukan utopis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Beda Nasib, Ini Rating Justin Hubner dan Ole Romeny saat Fortuna Sittard Bungkam Excelsior

Dilansir dari
img_title Heboh Ada Pertemuan di Dubes Singapura, Kedubes dan Dino Patti Djalal Kompak Membantah
Livescience, 8 Mei 2013, para ahli meyakini singularitas atau saat kecerdasan buatan menyamai bahkan melebihi manusia, bisa terjadi dalam 16 tahun. Tapi ada ahli lain yang berbeda soal kapan dan bagaimana singularitas akan terwujud.

Seorang futuris bernama Ray Kurzweil, dalam bukunya "The Singularity is Near: When Humans Transcend Biology", memprediksi pada 2029 komputer akan sepandai manusia dan pada 2045, komputer dapat miliaran kali lebih hebat dari kecerdasan manusia tanpa bantuan.

"Perkiraan saya tidak berubah, tapi pandangan konsensus ilmuwan kecerdasan buatan telah berubah menjadi lebih dekat dengan pandangan saya," tulis Kurzweil.

Misalnya, Bill Hibbard, ilmuwan komputer di University of Wisconsin-Madison, tidak berani memprediksi. Tapi Hibbard tetap yakin kecerdasan buatan akan memiliki tingkat kecerdasan manusia beberapa kali di abad ke-21.

"Bahkan jika tebakan paling pesimis saya adalah benar, itu akan terjadi selama masa orang yang sudah lahir," kata Hibbard.

Sedangkan peneliti kecerdasan buatan lain skeptis dengan ide mesin yang melampaui kecerdasan manusia. "Saya tidak melihat tanda-tanda bahwa kita dekat dengan singularitas," kata Ernest Davis, ilmuwan komputer di New York University.

Hibbard menambahkan, singularitas terwujud, orang pun tidak akan mati. Manusia dapat memperbaharui pada bagian sibernetika mesin tersebut.

Sebaliknya, saat mesin telah sepandai manusia, menurut Robin Hanson, ekonom George Mason University di Washington DC, ekonomi akan berlipat ganda setiap bulan atau minggu. Ini telah terjadi pada singularitas sebelumnya yakni revolusi pertanian dan industri.

Alih Fungsi

Nah, saat produktivitas melonjak, bisa jadi adalah bukan hal yang baik. Misalnya, robot mungkin bisa bertahan dalam skenario kehancuran yang akan melenyapkan manusia. "Sebuah masyarakat atau ekonomi yang dibuat terutama dari robot tidak akan takut menghancurkan alam," kata Hanson.

Sementara itu, ahli mikrobiologi perguruan tinggi Kenyon, Joan Slonczewski, mengatakan manusia telah melepaskan banyak tugas yang cerdas seperti kemampuan menulis, navigasi, menghafalkan fakta atau menghitung.

Bahkan, sejak Gutenberg menemukan mesin cetak, manusia terus menerus mendefinisikan ulang kecerdasan dan memindahkan tugas kemanusiaan seperti merawat orangtua, orang sakit.

"Pertanyaannya yaitu bisakah kita berevolusi diri dari eksistensi, berangsur-angsur digantikan oleh mesin?" ujar Slonczewski. "Saya pikir itu merupakan pertanyaan terbuka," tambahnya.

Slonczewski menganalogikan masa depan kemanusiaan kemungkinan mirip dengan mitokondria, pembangkit energi sel. Mitokondria sesekali adalah organisme independen, tapi pada beberapa titik, ditelan bakteri primitif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan mitokondria kemudian membiarkan sel secara bertahap mengambil alih semua fungsi, sampai sel memproduksi energi. "Kita seperti mitokondria, kita menyediakan energi, tapi mereka semakin, melakukan segala sesauatu," kata Slonczewski . (umi)
Ilustrasi PC Gaming

PS5 Pro atau Rakit PC Gaming? Hitung Biaya yang Harus Disiapkan Gamer

Rakit PC setara PS5 Pro diperkirakan menelan biaya hingga Rp25 juta. Simak komponen, alternatif GPU AMD, estimasi anggaran, dan kelebihan PC dibanding konsol untuk gamer.

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut