Pil Biru, Apa Hebatnya Sampai Diburu

Viagra
Sumber :

Tapi palsu juga tak berarti tidak memiliki kandungan sildenafil untuk kejantanan. Hanya takarannya saja yang berbeda. Misalnya, pada kemasan tertulis kandungan sildenafil 100 mg, bisa jadi kandungan sildenafil–nya hanya 20 mg.

Namun berapa banyak pengguna yang mau meluangkan waktu untuk melakukan pengecekan terhadap kandungannya. Atau setidaknya memastikan keasliannya. Diakui Rizal, salah satu pemilik gerobak pil biru di jalan Matraman, dagangannya tetap diminati pelanggan. “Setiap malam pasti ada saja yang datang,” ujarnya.

Rizal juga tak hanya menyediakan pil biru produksi China dan Amerika. Ia juga melengkapi dagangannya dengan obat oles, jamu herbal, hingga kondom beraneka bentuk. Dengan variasi ini, Rizal tak perlu menunggu lama mendapat uang Rp200 ribu semalam. “Kalau lagi untung, sehari bisa Rp500 ribu,” tambahnya.

img_title Terpopuler: Omoda 5 Viral karena As Roda Lepas, Respons Chery, hingga Maung Dipakai Menteri

Sayang, Rizal yang sudah dua tahun mencari nafkah lewat gerobak ajaib ini tak pernah tahu efek buruk dari dagangannya. Terutama untuk obat-obatan oral.

“Kalau obat semprot saya tahu. Bisa membuat alat vital tahan lama. Lebih aman dari obat minum. Kalau pil China lebih ampuh. Harganya lebih murah tapi komposisinya lebih tinggi,” jelasnya.

Sildenafil 100 mg buatan Amerika dijual dengan harga Rp50 ribu. Sedangkan buatan China yang bertuliskan 1000 mg, diatas takaran normal, harganya Rp25 ribu.

Asli Tapi Palsu


Dengan harga tersebut, jelas pil biru ini masih terjangkau. Soal keaslian, nomor sekian. Karena satu-satunya cara menguji keaslian hanya bisa dilakukan di laboratorium. Secara kasat mata sulit dibedakan mana yang asli, mana yang palsu. Kemasannya mirip, lengkap dengan tempelan hologram.

Peredaran pil biru palsu seperti ini tak hanya ada di Indonesia. Di Hongkong, 144 pria tercatat mengalami hypoglycemia atau gula darah menurun, 3 meninggal, 1 koma, dan 1 orang mengalami kerusakan otak akibat pil biru palsu. Sama halnya di Singapura. 150 mengalami hypoglycemia, 4 meninggal, 7 dan koma.

Saat dilakukan penelitian terhadap sildenafil palsu, ditemukan beragam jenis komposisi pembentuk pil biru. Diantaranya: tinta biru, amfetamin, antibiotik, anti diabetes, paracetamol, zat pengikat, kafein, laktosa, dan talk.

dr Melva Louisa SSi. MBiomed, salah satu anggota penelitian juga menambahkan, hingga saat ini belum dapat dipastikan secara jelas, mengapa pil biru itu dibuat dengan bahan-bahan yang tidak seharusnya. “Sildenafil 100 mg, ya isinya sildenafil saja.”

Antara Sugesti dan Solusi


Terlepas dari seberapa kandungannya, penggunaan obat kuat ini juga berkaitan dengan sugesti. Baik sugesti positif ataupun negatif. Mereka yang tersugesti positif, sebagian besar berhasil merasakan khasiat obat. Menjadi lebih kuat.

“Kalau sudah tersugesti, maka pusat seks otak akan terangsang,” kata Boyke. Lebih lanjut pakar seks ini juga menjelaskan bahwa kandungan minim sildenafil dalam pil biru palsu tetap berefek. Apalagi untuk mereka yang mengalami disfungsi ereksi ringan.

Jadi bagi mereka yang tidak memiliki masalah disfungsi ereksi, sebenarnya tak butuh obat-obatan seperti ini. Tak perlu juga untuk alasan tahan lama. Karena kejantanan bukan diukur dari durasi waktu bercinta.

“Seandainya mereka tahu, keperkasaan mereka di tempat tidur adalah siksaan bagi wanita, pasti mereka akan berpikir ulang untuk mengkonsumsi viagra. Area gential wanita hanya mampu bertahan berhubungan intim selama maksimal 15 menit, lebih dari itu bisa menyebabkan lecet atau luka” demikian papar Boyke.

Sebenarnya masalah disfungsi ereksi ini bukanlah aib atau soal harga diri pria. Ini soal kelainan pada pembuluh darah, efek penggunaan obat, obesitas, diabetes, darah tinggi, sindrom metabolisme, stres, dan atau gaya hidup tak sehat.

Namun pada kenyataannya, banyak yang masih risih berkonsultasi ke dokter. Lalu memilih jalan pintas lewat pil biru.

Atau kalaupun ada yang berkonsultasi, para pria ini tidak secara blak-blakan mengungkap masalahnya. “Yang sakit si pria tapi yang daftar si istri, artinya mereka masih malu” cerita Boyke yang juga memiliki klinik konsultasi seks di kawasan Tebet.

Boyke mendirikan klinik Pasutri bukan tanpa alasan. Ia ingin para pria tak lagi malu untuk berkonsultasi soal kejantanan ataupun penyakit pria lainnya. Mengenai nama Pasutri yang diambil dari kata ‘Pasangan suami istri’ juga bukan sembarangan.

Menurut Boyke masalah disfungsi ereksi ini bukan saja milik pria atau suami, tapi juga milik pasangannya atau istri. Harus ada kompromi dalam mencari solusi keharmonisan rumah tangga.

“ Kalau yang datang berdua dengan pasangannya, orang luar tidak akan tahu siapa yang sakit. Bisa dibilang ini sebagai kamuflase. Antara si istri yang ingin memiliki keturunan atau suami yang mengalami masalah kejantanan,” kelakarnya.

Biasanya dalam menangani pasien, baik Boyke atau seksolog yang lain menggunakan pendekatan kekeluargaan. Tidak mengesankan dokter atau ahli, tapi lebih pada sahabat untuk menumpahkan permasalahan ranjang secara hangat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut