- Dok. Galaxy Superstar
VIVAlife - Zidni Hakim memang cukup menonjol dibanding finalis Galaxy Superstar 2 lainnya. Ia berwajah bule dan bertubuh tinggi, 183 centimeter. Tak heran, kakeknya seorang Inggris dan neneknya Arab.
Sejak 2008, ia hijrah dari Aceh ke Jakarta untuk kuliah. Tapi pendidikan arsitek yang ditempuhnya hanya bertahan sebentar. Setahun kemudian, ia memutuskan berhenti kuliah. Ia lebih memilih jalan di dunia hiburan.
Berbekal wajah bulenya, Zidni laris manis. Ia sering terlibat di beberapa FTV, baik di SCTV, MNCTV, RCTI, maupun TVRI. Pemuda kelahiran Aceh, 30 Maret 1990 itu, juga pernah menjadi bintang iklan.
Dengan begitu, ia bisa menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya. Ia bahkan bisa memboyong orang tua dan adik perempuannya ke Jakarta.
"Dunia hiburan bukan lagi sampingan, tapi pekerjaan. Pendidikan bisa nanti, nggak ada kata terlambat," katanya.
Selain berakting, Zidni juga punya hasrat di bidang musik. Kakaknya, Firly Firlana pernah memenangi Galaxy Superstar 1 dan menjadi personel S4. Zidni pun ingin mencontoh sang kakak. Apalagi, sejak kelas 5 SD ia sudah mendapat les vokal.
Alat musik bass dan drum bisa ia mainkan. Ia juga pernah membentuk band. Dalam LA Light Unplug Music tahun 2007, Zidni menjadi juara pertama serta mendapuk prestasi vokalis terbaik.
Keputusan Zidni berhenti kuliah dan mendaftarkan diri di Galaxy Super Star 2, didukung penuh orangtuanya. Ibundanya bahkan pernah berkata, ia ingin melihat anak keduanya itu tampil di televisi sebagai artis.
Maklum, sang ibunda ternyata dulunya seorang penyanyi di TVRI Medan, Sumatera Utara. Sedangkan ayahnya, seorang ustaz. Karena itulah, meski penampilannya agak 'nakal' Zidni tak pernah keluar dari syariat agama.
Demi menjalani karantina Galaxy Super Star 2, Zidni merelakan 'pekerjaan'-nya sebagai artis. Ia beberapa kali menolak tawaran untuk bermain FTV atau iklan. Mulanya, Zidni tak terlalu paham soal musik Korea. Hingga kini pun, ia tak ingin menjadi bagian dari boyband. Dari penampilan, ia selalu menampilkan kekhasan anak band.
"Suara cowok yang berat, pop rock lah," ujarnya.
| Grup | : B.I.G |
| No ID | : 10/ Jakarta |
| Umur | : 23 tahun |
| Vocal Trainer | : Bowo Soulmate |
| Dance Trainer | : Miss Lee |
Beberapa waktu lalu, Ayu Sara sempat menjadi finalis 27 besar dalam sebuah ajang pencarian bakat Indonesia. Ya, ia memang tak berhasil menyabet juara dalam ajang ajang tersebut. Namun kekalahannya itu justru dijadikan motivasi hingga saat ini.
"Galaxy Superstar ini merupakan jembatan sekaligus gerbang untuk go international," katanya menggebu-gebu.
Antusias Ayu terlihat jelas di wajahnya, ketika ia memaparkan soal ajang ini. Katanya, ia merasa beruntung karena mendapatkan 'guru' yang diterbangkan langsung dari Korea. Orang yang dimaksud guru adalah Miss Lee dan Mr. Jang. Keduanya berasal dari YS Entertaiment Korea.
Jika Ayu awalnya tak bisa menari dengan luwes, kini ia justru sudah mulai terlatih. Kelebihan lain Ayu adalah kemampuannya menyanyikan lagu dengan gaya rap.
Menurut wanita kelahiran 17 Maret 1994 ini, menjadi seorang rapper harus benar-benar total. Rap, ujarnya, bukan hanya menyanyi, tapi juga penguasaan lirik dan lagu yang berputar cepat.
"Bahkan tanpa irama yang tak seimbang. Penilaian dalam rap hanya ada dua, sangat bagus dan sangat buruk," ucapnya.
| Grup | : B.I.G |
| No ID | : 26/ Cianjur |
| Umur | : 19 tahun |
| Vocal Trainer | : Bowo Soulmate |
| Dance Trainer | : Miss Lee |