Perdagangan Bandwith, Bisnis Baru Singer

VIVAnews - Perusahaan distributor mesin jahit, PT Singer Indonesia Tbk akan mengalihkan bisnisnya ke jasa penjualan dan perdagangan bandwith.

Perseroan akan mengubah nama menjadi PT Singleterra Tbk serta memecah nilai nominal saham menjadi Rp 100 dari sebelumnya Rp 1.000, atau 10:1.

"Singer akan meminta persetujuan pemegang saham pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) 21 April 2009," kata Direksi Singer Indonesia dalam prospektus perseroan yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 25 Maret 2009.

Apabila perubahan kegiatan usaha tidak memperoleh persetujuan RUPSLB, rencana tersebut baru dapat diajukan kembali oleh direksi 12 bulan setelah pelaksanaan RUPSLB.

Bandwith adalah luas atau lebar jangkauan frekuensi dalam medium transmisi dan digunakan dalam teknologi komunikasi, seperti telepon, penyiaran, dan hosting.

Bandwith berfungsi saat mengunggah (upload) atau mengunduh (download) data. Misalnya, jaringan telepon memiliki bandwith hingga 3.000 hertz (Hz) dan siaran televisi 6 megahertz (MHz).

Kinerja keuangan Singer sejak 2003 menunjukkan penurunan seiring dengan masuknya produk mesin jahit asal China. Ketatnya kompetisi, terutama pada selisih harga, memicu penurunan bisnis perusahaan.

Perseroan telah mengecilkan skala usaha secara signifikan, seperti menutup gerai perusahaan dan menjual aset mesin jahit serta gudang yang masih ada.

"Bahkan,  karyawan Singer pada awal 2009 hanya berjumlah tiga orang, yakni direktur utama, sekretaris perusahaan, dan satu office boy," kata Direktur Utama Singer Indonesia, Gino Junior Korompis, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pada prospektus, perseroan telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT NAP Info Lintas Nusa. Singer ditunjuk sebagai agen penjual bandwith maksimal 10 gbps.

Sepanjang 2009, perusahaan memproyeksikan pendapatan menjadi Rp 5,47 miliar dan laba bersih Rp 369,18 juta. Sementara itu, pada 2010 ditargetkan mampu meraup pendapatan menjadi Rp 7,68 miliar dan laba bersih Rp 1,51 miliar. Pendapatan dan laba bersih tersebut diprediksi akan stabil hingga 2013.

Saat ini, pemegang saham perusahaan adalah Singer (Indonesia ) BV sebesar 68 persen, Johny Basuki (9,07 persen), PT Mutiara Virgo (9,07 persen), dan publik (13,86 persen).

Paska pemecahan nilai nominal saham (stock split), saham perusahaan menjadi Singer (Indonesia ) BV sebeasr 68 persen, Johny Basuki (9,07 persen), PT Mutiara Virgo (9,07 persen), dan publik (13,86 persen). Namun, jumlah saham perusahaan paska stock split menjadi 79,72 miliar dibanding sebelumnya 7,97 miliar.