KPU Minta Mahasiswa Ikut Mendata Pemilih

VIVAnews – Badan Eksekutif Mahasiswa diharapkan membantu Komisi Pemilihan Umum menyukseskan Pemilihan Umum 9 April. Bukan hanya ikut sosialisasi, melainkan mendata rekan-rekannya yang berasal dari luar daerah agar mereka tercatat sebagai pemilih di tempat baru.

“Kami harapkan BEM mengecek teman-temannya dari luar daerah, apa mereka sudah terdaftar di daerah asal apa belum, gitu,” kata anggota Komisi Pemilihan Umum, I Gusti Putu Artha, Rabu 25 Maret 2009.

Bila sudah terdaftar di daerah asal, maka tinggal minta formulir A5. Dengan menggunakan formulir ini, mahasiswa yang pindah domisili itu akan diakomodasi oleh petugas pemilu di daerah dekat kampus atau daerah yang baru mereka tinggali.

“Misalnya terdaftar di Solo, kemudian pindah kuliah di Menteng. Dia tinggal menghubungi TPS Solo untuk minta form A5. Lalu dibawa ke Menteng,” kata Gusti.

Gusti mengatakan setelah proses itu ditempuh, mahasiswa yang bersangkutan dapat memilih di tempat baru. Data yang baru diserahkan itu kemudian disebut data pemilih tambahan.

Tapi, Gusti juga mengingatkan kepada para mahasiswa. Proses seperti itu juga punya batas akhir. Pengurusan pemilih tambahan akan ditutup tiga hari sebelum hari pemilihan 9 April.

Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia memberi hadiah komisi pemilihan seekor kura-kura. Hadiah itu sebagai kritik terhadap kinerja komisi pemilihan yang mereka nilai terlampau lamban.

Mereka mereka menuntut komisi pemilihan segera mengakomodasi mahasiswa yang terancam kehilangan hak pilih di Pemilu 9 April karena namanya tidak tercatat di tempat domisili yang baru.