Menyingkap Sejarah Cokelat Lewat Museum

Museum Cokelat
Museum Cokelat
Sumber :
  • flickr.com
VIVAlife - Rak yang dipenuhi
cokelat bar
dan permen cokelat mungkin jadi sudut favorit banyak orang di supermarket. Camilan kaya antioksidan ini juga divariasikan ke berbagai bentuk. Tak terbayang bagaimana biji kakao bisa disulap sedemikian rupa.


Proses pengolahan cokelat tentunya melalui perjalanan yang panjang. Ada sebuah museum yang coba memperkenalkan ini ke khalayak. Sebagai salah satu negara penghasil cokelat terbaik, Belgia memiliki Jacques Chocolate Museum. Museum ini memaparkan perjalanan buah kakao menjadi cokelat.

Usia museum sudah ratusan tahun, dibangun sejak 1896. Begitu lama cokelat sudah membudaya. Masyarakat di seluruh penjuru dunia punya tradisi masing-masing dalam mengonsumsi coklat. Ada pula yang menyertakan ritual-ritual tertentu. Itu semua dapat disaksikan di dalam museum ini.

Penjualan cokelat pun tak pernah lepas dari iklan untuk memikat pembeli. Ternyata tak hanya di era milenium ini, ratusan tahun yang lalu pun cokelat sudah dipromosikan lewat iklan-iklan. Mungkin tak sehebat atau tak semenarik sekarang. Namun iklan di zaman lampau tetap didokumentasikan di museum ini. Dari situ pengunjung bisa menilai betapa berharganya cokelat dari masa ke masa.

Seperti dilansir dari laman Atlasobscura, museum juga tak ingin kalah dengan film Charlie and The Chocolate Factory. Pihak mereka tawarkan tur ke pabrik cokelat lewat jembatan tinggi. Jadi, pengunjung tetap bisa menikmati proses pembuatan cokelat tanpa harus menganggu karyawan pabrik.

Setelah puas menyaksikan cokelat, mungkin lidah Anda tergiur untuk mencicipinya juga. Jangan khawatir, Jacques Chocolate Museum juga memiliki Chocolate House yang menjual berbagai macam varian cokelat lezat. (umi)