2030, RI Masuk 15 Negara Ekonomi Kuat Dunia

SBY bertemu kader Demokrat di Bali.
SBY bertemu kader Demokrat di Bali.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/HO/Wira Suryantala

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, pada tahun 2030 Indonesia akan masuk menjadi 15 negara dengan fondasi ekonomi yang kuat di dunia.

"Jika melihat masa depan itu, Saudara akan lebih termotivasi sehingga bisa berbuat lebih baik lagi," kata Yudhoyono saat membuka Munas Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) ke-13 di Hotel Grand Bali Beach, Sanur, Bali, Senin 20 Januari 2014.

Pada kesempatan itu, Yudhoyono memotivasi para pelaku ekonomi bidang industri dan jasa konstruksi untuk menatap ekonomi Indonesia 15 tahun ke depan. Jika tiba pada saat itu, Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi kuat.

"Saya ingin melihat, Saudara mengintip apa yang terjadi di negeri kita ini 15 tahun mendatang," tutur SBY dalam acara dihadiri beberapa menteri seperti Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wackik, Menteri Perindustrian, MS Hidayat dan Menteri Pekerjaan Umum, Joko Kirmanto.

Karenanya, ia menaruh harapan besar kepada pelaku ekonomi agar bisa mendapatkan dan menciptakan peluang usaha.

Hal itu penting karena Gapensi maupun LPJK, memiliki masa depan makin cerah jika melihat masa depan.

Pada kesempatan itu, Yudhoyono menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pengusaha jasa konstruksi yang telah berkontribusi dalam pembangunan Indonesia.

Yudhoyono mengaku menaruh harapan besar kepada pelaku industri dan jasa kontruksi yang telah berperan besar dalam pembangunan Indonesia.

"Tentu saja hal itu berkontribusi besar dalam pemnbangunan ekonomi," papar Yudhoyono.

Yudhoyono memaparkan kontribusi besar yang telah diberikan kalangan industri dan jasa konstruksi. Ia mencontohkan gedung-gedung berskala internasional dan maha karya lainnya. Tentu saja, semua itu merupakan hasil karya anak bangsa.

"Atas nama pribadi, pemerintah dan negara, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada seluruh pelaku industri dan jasa konstruksi di Indonesia," sebut Yudhoyono.