6 April, Edhie Baskoro Lapor ke Polda Metro

VIVAnews - Polda Jawa Timur menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan money politics yang berbuntut pencemaran nama baik putra Presiden, Edhie Baskoro Yudhoyono. Dalam kasus ini, Ibas (sapaan akrab Edhie) melaporkan tentang pencemaran nama baik pada 6 April 2009 ke Polda Metro Jaya. 

"Edhie membuat laporan polisi tentang pencemaran nama baik dan menista dengan tulisan. Edhie datang ke Polda Metro Jaya pada 6 April 2009," kata juru bicara Polri, Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira di Markas Besar Polri, Jakarta, Rabu, 8 April 2009. 

Menurut Abubakar, karena kasus itu berada di dalam ruang kewenangan Kepolisian Daerah Jawa Timur maka kasusnya diserahkan ke Jawa Timur. Penetapan dan pencabutan status tersangka dalam kasus itu merupakan hasil pengembangan penyelidikan para saksi. 

"Setelah mendalami lagi pemeriksaan empat saksi dan menemukan barang bukti, hanya dua tersangka saja yang kena," ujar dia. Penetapan dua tersangka berdasarkan adanya bukti pendukung dugaan tindak pidana pencemaran nama baik, seperti diatur dalam pasal 310 dan 311 KUHP.

Dalam kasus yang menyeret putra Presiden ini, polisi sudah menetapkan dua tersangka yakni, Nasirin dan Bambang Kisminarso. Kasusnya dilimpahkan penyidikannya ke Polres Ponorogo. Nasirin adalah calon legislator Partai Gerakan Indonesia Raya dan Bambang Kisminarso adalah Ketua Kongres Advokat Indonesia cabang Ponorogo. 

Keduanya dijerat dengan Pasal 310 dan 311 Kitab Undang-undang Hukum Pidana dengan ancaman minimal sembilan bulan penjara dan maksimal lima tahun penjara. 

Kedua orang ini diduga telah mencemarkan nama baik calon anggota DPR Partai Demokrat dari daerah pemilihan Jawa Timur VII dengan menuduh telah melakukan money politics

Belakangan, Panitia Pengawas Pemilu setempat menyatakan Ibas yang juga putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu tidak terbukti melakukan money politics. Sebelumnya, polisi juga sudah mencabut status tersangka tiga pimpinan media massa.

Tiga media itu yakni, www.okezone.com dan Jakarta Globe, dan Harian Bangsa, sebuah media lokal di Jawa Timur. Status tersangka ketiga pimpinan media itu dicabut Polda Jawa Timur Rabu, 8 April, pukul 02.00 dinihari.

Belakangan, Panitia Pengawas Pemilu setempat menyatakan Ibas yang juga putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu tidak terbukti melakukan money politics.

Prabowo Subianto, Calon Presiden dari Gerindra menegaskan bahwa apa yang dilakukan Nasirin sekedar melaporkan temuan lapangan. "Dia menemukan sesuatu, saya kira dia hanya melapor," kata Prabowo usai pertemuan dengan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, Suryadharma Ali di Kantor Dewan Pengurus Pusat Gerindra, Jalan Brawijaya IX, Jakarta, Selasa 7 April 2009.