PPP Coret Empat Nama dari Daftar Capres

Mukernas PPP
Mukernas PPP
Sumber :
  • VIVAnews/Syahrul Ansyari

VIVAnews - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyelesaikan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Minggu dini hari tadi, 9 Februari 2014. Namun, PPP masih enggan mengumumkan hasilnya, termasuk siapa saja nama yang akan dijadikan sebagai bakal calon presiden (capres).

"Kesepakatan seluruh peserta bahwa hasil keputusan Mukernas nanti akan dibacakan di Sabuga, pukul 13.00 nanti," kata Wakil Ketua Umum PPP, Lukman Hakim Syaifuddin di arena Mukernas, Hotel Grand Preanger, Bandung, Jawa Barat.

Saat ditanya, apakah dapat dipastikan bahwa tidak akan ada deklarasi bagi Ketua Umum PPP, Suryadharma Ali, ia meminta wartawan untuk menunggu. Menurut dia, deklarasi merupakan penyampaian dari suatu pernyataan. Terkait apa isi pernyatannya, dia belum bisa membeberkannya.

"Jadi, yang jelas akan ada pernyataan dari keputusan Mukernas. Tapi, isinya apa, sebaiknya kami berharap bisa menahan diri, bersabar, untuk menunggu," ujar Lukman.

Wakil Ketua MPR itu juga tidak bersedia menjawab isu hilangnya nama-nama dari bursa capres PPP. Dia mengatakan, mereka adalah nama yang beredar di tengah forum Mukernas.

"Tetapi, apakah itu menjadi keputusan sebaiknya kita tunggu siang ini. Nama-nama itu sudah beredar sejak tadi pagi. Bahkan sejak kemarin. Mohon menunggu jam 13.00 dengan segala hormat," terangnya.

Senada, Ketua Umum PPP, Suryadharma Ali, pun tidak bersedia menjelaskan hasil Mukernas dan siapa nama capres yang akan dideklarasikan. Dia justru mempersilakan wartawan untuk bertanya pada Lukman.

"Ini ketua SC, saya tidak punya wewenang untuk menyampaikan karena redaksinya masih diperhalus. Ini paling kompeten (Lukman)," elaknya.

Coret empat nama

Sementara itu, politisi PPP, Ahmad Yani mengaku ada sejumlah nama yang diusulkan sebagai bakal capres oleh partainya. Namun, dia mengungkapkan bahwa PPP mencoret empat nama.

Mereka yaitu putri kedua almarhum Gus Dur, Yenny Wahid, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Moh. Mahfud MD, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, dan Ketua KPK, Abraham Samad.

"Yenny Wahid dari segi personalnya saja. Secara personal, Yenny mengapresiasi. Dia tetap memberikan dukungan. Tapi, saat ini, untuk menjaga keseimbangan, ya tidak. Alasannya personal kami hargai," katanya.

Untuk Moeldoko, anggota Komisi III DPR RI itu menjelaskan bahwa yang bersangkutan hingga saat ini merupakan Panglima TNI. PPP tidak mau merusak netralitas TNI ke dalam urusan politik.

"PPP sejak awal reformasi menghendaki TNI tidak masuk politik praktis. Kami tidak ingin menyeret-nyeret TNI ke dalam politik praktis," terangnya.

Lebih lanjut, Yani menuturkan bahwa Mahfud tidak masuk karena yang bersangkutan sudah menjadi calon alternatif dari PKB. Sementara itu, Abraham Samad juga batal diusung, karena PPP tidak ingin mengganggu kinerjanya sebagai ketua KPK.

Berikut nama yang masih beredar dalam bursa capres PPP:
1. Suryadharma Ali (Ketum PPP)
2. Jusuf Kalla (mantan Wakil Presiden)
3. Joko Widodo (Gubernur DKI Jakarta)
4. Jimly Asshiddiqie (mantan Ketua MK)
5. Din Syamsuddin (Ketum PP Muhammadiyah)
6. Isran Noor (Bupati Kutai Timur).

(art)