Paspampres Boleh Kawal Mantan Presiden Tapi Jangan Berlebihan
Selasa, 4 Maret 2014 - 13:02 WIB
Sumber :
- Vivanews/Nurcholis Anhari Lubis
VIVAnews
- Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Susaningtyas Nefo Handayani mengapresiasi pembentukan Grup D Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres). Grup baru ini bertugas khusus pengamanan mantan presiden dan wakil presiden.
"Saya lihat ini penghargaan kepada mantan presiden dan wakil presiden. Negara lain yang sudah pakai sistem ini Singapura, Korea dan lain-lain," ujar Nuning-panggilan akrab Susaningtyas- di Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 4 Maret 2014.
Menurut Nuning, selama ini mantan presiden dan wakil presiden tidak ditanggung negara pengawalannya.
Namun demikian, Ketua DPP Hanura itu mengingatkan, pengamanan kepada mantan presiden dan wakil presiden itu tidak berlebihan. Sebab hanya diberikan kepada suami atau istri, dan untuk perjalanan luar negeri pengamanan hanya untuk wilayah ASEAN.
"Dan untuk sumber daya manusia (SDM) gunakan mekanisme zero growth. Jadi tidak menambah personil, tetapi SDM yang ada ditingkatkan kualitasnya," jelas dia.
Sementara itu, anggota Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin mengatakan dengan pembentukan Grup D, maka pelatihan dalam meningkatkan ketrampilannya lebih teratur dan terorganisir di satu kesatuan.
"Para pengawal yang sekarang bertugas di mantan-mantan presiden atau wapres dulunya juga tergabung dalam satuan Paspampres. Tapi sekarang mereka itu ditempatkan sesuai induk pasukannya masing-masing, ada yang di Denma (Detasemen Markas ) Marinir, Mabes TNI, Denma Kopassus, dan lain-lain," ujar dia.
Selain itu, dengan pembentukan Grup D, masalah pelayanan untuk personel pengamanan seperti gaji, pakaian, dan tunjangan juga pasti lebih terjamin.
"Struktur kepangkatannya juga lebih terstruktur sesuai tugas atau jabatannya," kata dia.
Ketua DPD PDIP Jawa Barat itu mengusulkan agar jumlah anggota TNI yang ditugaskan di mantan presiden atau Wapres jangan terlalu banyak.
"Sekitar 3-15 orang saja ditambah Patwal dari Polri. Dengan jumlah itu dirasakan cukup memadai dan disarankan tak perlu ditambah lagi, sehingga grup D tidak perlu dibentuk secara besar-besaran, dan tidak perlu ada dana tambahan," ujarnya. (adi)
Baca Juga
"Saya lihat ini penghargaan kepada mantan presiden dan wakil presiden. Negara lain yang sudah pakai sistem ini Singapura, Korea dan lain-lain," ujar Nuning-panggilan akrab Susaningtyas- di Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 4 Maret 2014.
Menurut Nuning, selama ini mantan presiden dan wakil presiden tidak ditanggung negara pengawalannya.
Namun demikian, Ketua DPP Hanura itu mengingatkan, pengamanan kepada mantan presiden dan wakil presiden itu tidak berlebihan. Sebab hanya diberikan kepada suami atau istri, dan untuk perjalanan luar negeri pengamanan hanya untuk wilayah ASEAN.
"Dan untuk sumber daya manusia (SDM) gunakan mekanisme zero growth. Jadi tidak menambah personil, tetapi SDM yang ada ditingkatkan kualitasnya," jelas dia.
Sementara itu, anggota Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin mengatakan dengan pembentukan Grup D, maka pelatihan dalam meningkatkan ketrampilannya lebih teratur dan terorganisir di satu kesatuan.
"Para pengawal yang sekarang bertugas di mantan-mantan presiden atau wapres dulunya juga tergabung dalam satuan Paspampres. Tapi sekarang mereka itu ditempatkan sesuai induk pasukannya masing-masing, ada yang di Denma (Detasemen Markas ) Marinir, Mabes TNI, Denma Kopassus, dan lain-lain," ujar dia.
Selain itu, dengan pembentukan Grup D, masalah pelayanan untuk personel pengamanan seperti gaji, pakaian, dan tunjangan juga pasti lebih terjamin.
"Struktur kepangkatannya juga lebih terstruktur sesuai tugas atau jabatannya," kata dia.
Ketua DPD PDIP Jawa Barat itu mengusulkan agar jumlah anggota TNI yang ditugaskan di mantan presiden atau Wapres jangan terlalu banyak.
"Sekitar 3-15 orang saja ditambah Patwal dari Polri. Dengan jumlah itu dirasakan cukup memadai dan disarankan tak perlu ditambah lagi, sehingga grup D tidak perlu dibentuk secara besar-besaran, dan tidak perlu ada dana tambahan," ujarnya. (adi)
Thom Haye Cs Dibuat Frustrasi, Jose Gomes Puji Performa Angga Saputro di Bawah Mistar Madura United
Tampil gemilang mentahkan serangan Thom Haye dan kawan-kawan, kiper Angga Saputro dipuji pelatih Jose Gomes usai Madura United bekuk Persib Bandung 1-0.
VIVA.co.id
23 Oktober 2026