Tiga Alasan Abraham Samad Layak Jadi Cawapres

Ketua KPK Abraham Samad saat mendengar keputusan Komite Etik KPK.
Ketua KPK Abraham Samad saat mendengar keputusan Komite Etik KPK.
Sumber :
  • ANTARA/Rosa Panggabean

VIVAnews - Dukungan agar Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, maju sebagai calon wakil Presiden 2014 mulai bermunculan. Selasa, 25 Maret 2014, Solidaritas Rakyat Peduli Indonesia (Sorpindo), menyatakan Abraham layak menjadi cawapres karena memiliki integritas dalam pemberantasan korupsi.

Ketua Umum Sorpindo, Adi Sempani mengatakan Abraham Samad adalah tokoh muda yang layak untuk dijadikan pemimpin nasional sebagai alternatif yang ada saat ini.

"Para pemilih yang anti korupsi telah putus asa terhadap capres-capres saat ini. Apalagi melihat partai-partai pengusungnya yang masih menjadi jawara korupsi," ujar Adi dalam diskusi Mengukur (Abraham) Samad Effect di kantor Sorpindo, Jakarta Selatan.

Majunya Abraham Samad tidak menyalahi etika, sebab masyarakat memang membutuhkan figur yang terbukti telah memberantas korupsi.

"Marilah kita dukung Samad sebagai pemimpin nasional sebagai cawapres, agar Samad memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya," kata dia.

Raup suara

Pengamat Politik FISIP Universitas Indonesia, Agung Suprio menyatakan ada tiga kriteria mengapa Abraham Samad layak diajukan sebagai calon wakil presiden. Pertama, Abraham memiliki karakter keras, tegas, dan berterus terang.

Kriteria kedua, Abraham sosok yang berani. "Rekam jejak Samad cukup berani memberantas tindak pidana korupsi, bukan hanya di DPR, tapi juga kasus besar," ujarnya.

Kriteria ketiga, tidak kenal kompromi. Abraham Samad tidak kompromi terhadap pelaku tindak pindana korupsi.

"Ini figur yang sangat dibutuhkan negara ini," katanya.

Menurutnya, jika Abraham jadi diajukan sebagai cawapres, maka akan timbul wacana antikorupsi yang begitu pesat. Abraham juga dipercaya dapat mengurangi angka golongan putih (golput), terutama mereka yang pesimis pemberantasan korupsi oleh pemerintah sekarang.

Tak hanya itu, Agung mengungkapkan bahwa Abraham dapat mendongkrak suara pemilih muda hingga 30 persen.

"Abraham Samad mempunyai nilai jual di masyarakat. Hal inilah yang direspon oleh partai politik. Namun dia harus berhati-hati agar tidak diusung partai korup," katanya.

Hal senada disampaikan oleh Pengamat Psikologi Politik Universitas Indonesia, Hamdi Muluk. Menurut Hamdi, Abraham Samad merupakan sosok yang berintegritas dan mempunyai nyali, meskipun dari segi kemampuan politik dan leadership masih kurang.

Hamdi mengungkapkan ada beberapa tokoh yang berpotensi menyaingi elektabilitas capres PDIP, Joko Widodo. Mereka antara lain, Tri Rismaharini, Basuki Tjahaja Purnama, Anies Baswedan, dan Abraham Samad.

"Meski demikian, kalau Abraham Samad tidak hati-hati maju ke gelanggang dan kalah telak, maka kasihan juga karir politiknya. Lebih baik Abraham maju di 2019 karena dia masih muda," katanya. (eh)