Pertarungan Artis-Politisi di Jabar VII

Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Barat, Saan Mustopa.
Sumber :
  • ANTARA/Fanny Octavianus

Rahadi adalah seorang wartawan di SKM Simponi, Redaktur Majalah Yustisia, Redaktur Pelita, wartawan Harian Merdeka, Anggota DPRD periode 1999-2004 dan 2004-2009, dan Anggota DPR di Komisi II. Mantan anggota PWI ini dikenal sebagai sosok anggota DPR yang sederhana, ia naik kereta api atau ojek menuju kantornya yang ada di Senayan.

9. Dr. H. Ade Komarudin, MH

Ade Komarudin lahir di Purwakarta tanggal 20 Mei 1965. Dia seorang politikus senior yang telah menjabat sebagai anggota DPR RI selama empat periode berturut-turut. Ade Komarudin sejak tahun 1997 telah berhasil duduk di kursi DPR RI hingga tahun 2014. Ia pernah pernah menjabat menjadi wakil sekretaris jenderal di dua organisasi kepemudaan yang berbeda, yakni Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sejak tahun 1993 hingga tahun 1998.

Pada tahun 2010, Ade Komarudin melakukan maju dalam bursa pemilihan ketua umum Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia atau SOKSI, dan ia berhasil terpilih. Di Golkar ia menjadi Ketua Bidang Wilayah PP Wilayah Jawa I DPP Partai Golkar. Menjadi sarjana dari Universitas Islam Negeri Jakarta, Ade Komarudin pada tahun 2006 kembali melanjutkan kuliah S2 di Universitas Padjadjaran Fakultas Hukum dan lulus di tahun 2007. Di tahun yang sama dengan kelulusan S2 ia langsung mengambil S3 di universitas dan fakultas yang sama. Caleg incumbent ini maju dari Partai Golkar di dapil Jawa Barat VII nomor urut 1.

10. Nurul Arifin, M.Si

Wanita yang bernama asli Nurul Qomaril Arifin ini adalah salah satu aktris senior Indonesia, beberapa judul film telah ia bintangi seperti 'Naga Bonar', 'Lupus', dan 'Kabayan'. Tidak hanya film layar lebar saja, Nurul Arifin merambah juga ke dunia sinetron. Pernah menjadi aktivis sosial, Nurul Arifin menerima beasiswa dua kali dari Ford Foundation untuk mengikuti studi jender dan seksualitas tahun 1999 dan 2000 di FISIP Universitas Indonesia.

img_title Awas! PSI Beri Sinyal Bawa Massa Besar Kawal Jokowi di Sidang Ijazah Palsu Hari Ini: Maaf Jika Masyarakat Terganggu

Sebagai aktivis Nurul menerima penghargaan dari Yayasan Pelita Ilmu sebagai Artis perduli AIDS 1999, terpilih sebagai salah satu perempuan berkualitas untuk kandidat anggota Legislatif versi LSM Cetro tahun 2003, dan beberapa penghargaan dari pemerintah seperti BNN, Kementerian Lingkungan Hidup, WALHI, dan BKKBN.

Nurul Arifin telah menjadi Anggota DPR selama dua periode terhitung dari dari tahun 2004. Menjadikan Golkar sebagai partai poltiknya, Nurul didaulat untuk menjadi Wasekjen DPP Partai Golkar sampai dengan tahun 2015. Peraih penghargaan Young Global Leadersdari World Forum Swiss ini kembali menjadikan Jawa Barat VII sebagai daerah pemilihannya sebagai caleg nomor urut 2 di pemilu 9 April mendatang.

11. Drg. Putih Sari

Dokter gigi dari Universitas Trisakti ini menyelesaikan bangku sekolahnya antara lain di SMA Negeri 42, SMP Negeri 81, dan SD Negeri 13 Jakarta. Tahun 2009 lalu Putih Sari terpilih menjadi Anggota DPR perempuan termuda setelah ia berhasil meraih suara yang cukup banyak di dapil Jawa Barat VII, pada saat terpilih ia baru berusia 25 tahun.

Di parlemen ia menjadi Anggota Komisi IX DPR RI, Putih juga dipercaya sebagai bendahara fraksi dan anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR-RI. pengalaman organisasi yang dilakukan Putih antara lain mengikuti organisasi sayap Partai Gerindra yaitu PIRA (Perempuan Indonesia Raya) sejak tahun 2011, selain itu wanita kelahiran Jakarta 20 Juli 1984 ini juga berorganisasi dalam Pemuda Demokrat Indonesia 1947. Putih mendapatkan nomor urut 1 di Partai Gerindra dan maju di dapil yang berhasil ia menangkan di pemilu lalu yaitu Jawa Barat VII.

12. Habiburrokhman, SH, MH

Caleg yang maju dari Partai Gerindra ini lahir 17 September 1974 di Metro, Lampung. Ia adalah suami dari Sari Maria Jayani. Pendidikan yang ditempuh oleh Habiburrokhman antara lain SD Negeri 2 Metro Lampung lulus tahun 1986, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 2 Metro Lampung, di tahun 1992 ia lulus dari SMA Surya Dharma II Bandarlampung.

Selesai dari bangku sekolah, Habiburrokhman melanjutkan ke bangku kuliah yang kembali ia jalani di Lampung. Ia mengambil Fakultas Hukum di Universitas Lampung dan lulus di tahun 1999. Tidak sampai tingkat sarjana saja, Habiburrokhman kembali melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 Hukum yang ia ambil di Universitas Indonesia. Aktif berorganisasi di Solidaritas Mahasiswa Indonesia Untuk Demokrasi (SMID) tahun 1996 sampai 1999, Habiburrokhman kembali aktif di Serikat Pengacara Rakyat pada tahun 2002 sampai dengan 2012. Habiburrokhman bertarung di Jawa Barat VII dengan nomor urut 6.

13. Saan Mustopa

Aktif berorganisasi, Saan Mustopa dipercayai untuk menjabat dalam beberapa organisasi yang diikutinya tersebut. Di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Saan menjadi Ketua pada tahun 1996 sampai 1998. Juga ini Sekretaris Umum Senat Mahasiswa IKIP Bandung. Bergabung bersama Partai Demokrat ia menjadi Koordinator Nasional Relawan Politik Untuk Perubahan (RPUP) untuk pemenangan SBY-JK dalam Pilpres 2009 lalu, ia juga menjabat sebagai Ketua DPP Partai Demokrat 2005-2010 dan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat periode 2010-2015.

Ayah dari satu orang anak ini dulunya berprofesi sebagai Sekretaris Eksekutif IRSED, Office Manager Martimus & Partner dan menjadi Komisaris PT. Bangun Bumi Bersatu yang kemudian mundur karena menjadi caleg di Pemilu 2009. Saan menjadi Anggota DPR RI setelah menang di Pemilu Legislatif 2009 lalu. Walaupun dicap sebagai loyalis dari mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Saan tetap maju dari Partai Demokrat untuk dapil Jawa Barat VII dan mendapatkan nomor urut 1.

14. Ir. H. Hari Kartana

Pensiunan Korpri PT. Telkom ini bergabung menjadi anggota DPC Partai Demokrat Bekasi Kota pada tahun 2004, ia juga menjadi Anggota Bappilu khusus penanganan jaringan komunikasi SMS Center/ Internet/ Web Site Di DPP PD. Selain itu, Hari Kartana sempat menjadi Ketua Balitbang DPP Partai Demokrat selama satu periode. Di tahun 2009, ia menjadi Anggota Badan Kehormatan DPP Partai Demokrat dan PLT Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bekasi.

Selain di PT. Telkom Hari Kartana juga bekerja pada PT. Patrakom sebagai Direktur dari tahun 1995 sampai 2000, dan di PT. Indosat sebagai Direktur Utama dan Komisaris. Peraih penghargaan The Best CEO in Information Technology and Telecomunication Industry pada tahun 2001 ini pada pemilu 2009 lalu maju sebagai caleg dan berhasil melenggang ke Senayan, dan di tahun ini ia kembali maju di dapil Jawa Barat VII dan bernomor urut 2 dari Partai Demokrat.

15. Dhiana Anwar

Nama Dhiana Anwar tercatat sebagai Anggota DPR periode 2009-204, Anggota Komisi IX DPR RI, Anggota Badan Legislasi DPR RI, dan Anggota Badan Anggaran DPR RI. Menjadi Anggota DPR di tahun 2009, Dhiana sebelumnya adalah Pegawai Negeri Sipil Sekretariat Negara pada tahun 1987 dan pensiun di tahun 2008, ia juga menjadi Kepala Bidang Ekonomi Daerah Menkoperekonomian pada tahun 1993.

Di tengah menjabat sebagai Anggota DPR, Dhiana Anwar menjadi Ketua Bidang Tenaga Kerja DPP Partai Demokrat tahun 2006-2010, dan menjadi Sekretaris Departemen Tenaga Kerja DPP Partai Demokrat sampai tahun 2015. Tahun 2013 lalu ia menetapkan diri untuk maju dalam bursa pencalonan walikota untuk kota kelahirannya, Cirebon. Sebagai caleg Dhiana Anwar bertarung di dapil Jawa Barat VII dan mendapat nomor urut 3 dari Partai Demokrat.

16. Liza Natalia Sari

Liza Natalia Sari lahir di Jakarta 18 Februari 1976, ia lebih dikenal dengan nama Liza Natalia. Ia telah menikah dengan Yusuf Kyber Hasnuputro dan telah dikaruniai dua anak. Liza Natalia berprofesi sebagai seorang artis, model, dan penyanyi dangdut, ia juga sempat bermain dalam beberapa film layar lebar dan juga sinetron televisi swasta nasional. Selain itu, Liza juga tampil dalam berbagai iklan produk yang ditayangkan televisi dan majalah.

Sebagai penyanyi Liza Natalia pernah mendapatkan penghargaan Album Dangdut Terbaik di Anugerah Musik Indonesia 2009, di ajang yang sama Liza juga memperoleh penghargaan sebagai Penyanyi Dangdut Terbaik. Lulusan Institut Kesenian Jakarta ini menjadi pemilik Liza Natalia Arena dan menjadi instruktur senam di ZUMBA Fitnes. Liza Natalia Sari menjadi caleg mewakili PAN di Jawa Barat VII dan namanya tertera pada nomor urut 5. (ren)
   
Laporan Meisyanti Hutagaol

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ruben Onsu dan Sarwendah

Strategi Sarwendah di Sidang Gugatan Hak Asuh Anak, Singgung Soal Saksi: Kita Tunggu Dulu Apakah Ada Ahli

Sidang gugatan hak asuh anak yang akan dijalani oleh presenter Ruben Onsu dan Sarwendah memasuki babak baru di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

img_title
VIVA.co.id
5 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut