Guru Spiritual SBY Dukung Prabowo-Hatta
Jumat, 30 Mei 2014 - 20:15 WIB
Sumber :
- VIVAnews/Muhamad Solihin
VIVAnews - Guru spiritual Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari Kabupaten Jember, Jawa Timur, KH Muzakki Syah, menyatakan dukungannya kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Dia mengaku memiliki jaringan santri dan jamaah manakib hingga Malaysia.
Baca Juga
Dukungan sang kiai itu ditegaskan oleh putranya, Fadil Muzakki Syah.
“Keluarga besar Al-Qodiri ke Prabowo-Hatta. Kami juga mengarahkan para santri dan alumnus ke sana,” kata putra KH Muzakki Syah, Fadil Muzakki, Jumat 30 Mei 2014.
Fadil menegaskan, Indonesia saat ini butuh pemimpin tegas dan amanah. Itu semua ada pada sosok Prabowo.
“Beliau apa adanya tanpa pencitraan,” lanjut anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Kebangkitan Bangsa ini.
Fadil menampik dukungannya ke Prabowo mendadak dan ikut-ikutan. Dia mengaku, sudah mengenal Prabowo sejak lama. Dia menyebut mantan Danjend Komando Pasukan Khusus itu sudah dua kali berkunjung ke Al-Qodiri. Terakhir, saat pemilu legislatif lalu.
Di hadapan jamaah Al-Qodiri, Prabowo disebut pernah menyatakan ingin dianggap sebagai santri Muzakki dan pihaknya menyambut hangat. “Dan waktu itu kiai spontan mengatakan, beliau cocok dan pantas jadi presiden,” ucapnya menirukan kalimat sang kiai.
Kendati mendukung Prabowo-Hatta, Fadil menegaskan, Al-Qodiri tidak akan ikut dalam gerakan deklarasi manapun. Pihaknya hanya mengoordinasi jamaah dan santri yang menetap di pondok, yang jumlahnya mencapai tiga ribu orang. Sementara alumnus dan jamaah ada ratusan ribu orang.
Kisah Muzakki dan SBY
Untuk diketahui, Kiai Muzakki cukup dikenal di kalangan pejabat pemerintahan. Ia terhitung paling banyak dikunjungi pejabat tinggi negara, termasuk Presiden SBY. Kiai itu menjadi guru spiritual SBY, itu setelah mampu 'meramal' SBY menjadi Presiden RI pada 27 September 1998 silam.
Fadil menyebut, setelah SBY menjadi presiden olehnya dipastikan pada sebuah pertemuan tanpa sengaja, pada jam 9 malam di kamar nomor 9 sebuah hotel.
"Syaratnya, Anda jangan menghubungi saya dan saya tidak akan menghubungi Anda lagi,” kata Muzakki kepada SBY kala itu.
Diceritakan, pada suatu pertemuan Muzakki melihat ada cahaya kepresidenan keluar dari tengkuk Soeharto. Cahaya yang ditangkap membuat Muzakki gelisah dan harus menuntun ke raga seseorang yang memiliki sosok seperti Gajah Mada, patih Kerajaan Majapahit yang sebagai pemersatu Nusantara.
Halaman Selanjutnya