Megawati: Penyerangan Kantor tvOne Bukan Instruksi Saya

Rapat Koordinasi Tim Pemenangan Jokowi-JK
Rapat Koordinasi Tim Pemenangan Jokowi-JK
Sumber :
  • VIVAnews/Muhamad Solihin

VIVAnews - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyatakan aksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah kader di kantor tvOne Jakarta dan Yogyakarta bukan instruksi resmi partai.

Hal itu ditegaskan Megawati saat berkunjung di Semarang, Jawa Tengah, Kamis 3 Juli 2014. Selama menjadi Ketua Umum PDIP, Megawati mengaku tidak pernah menginstruksikan untuk melakukan tindak kekerasan.

"Malah kalau ingat 27 Juli itu kami yang diserang. Tapi kalau ada hal-hal yang merugikan PDIP, maka hukum formal yang dilakukan," ujar Megawati.

Rabu malam, 2 Juli 2014, sedikitnya 50 orang yang mengaku sebagai kader PDIP Kota Yogyakarta, DIY, berunjukrasa di kantor biro tvOne Yogyakarta, di Perumahan Regency Timoho. Aksi itu bahkan anarkis. Para demonstran mencoret-coret kantor tvOne.

Tak hanya di Yogyakarta, di waktu yang sama, aksi unjuk rasa juga digelar di kantor tvOne pusat, di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta.

Para simpatisan partai banteng moncong putih itu mengaku kecewa dan menilai tvOne telah melecehkan PDI Perjuangan karena mengaitkan partai dan calon presiden yang diusung, Joko Widodo, dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Soal pemberitaan tvOne, Megawati mengaku partainya rugi. Kata Mega, serangkaian penyerangan itu terjadi akibat media tidak memberikan informasi positif kepada masyarakat. Sehingga, kader dan simpatisan melakukan tindakan anarki.

"Tentunya saya datang ke sini ingin menjelaskan mengenai media adalah alat pendidikan bagi warga negara Indonesia. Media seharusnya memberi masukan positif. Kalau terjadi yang sangat vulgar, pasti akan membuat masyarakat terprovokasi. Seperti penyerangan dan lain sebagainya," kata Megawati.

Anggota tim pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla Eva Kusuma Sundari menambahkan, arahan partai adalah meminta klarifikasi secara baik-baik.

"Tidak ada perintah untuk menyerang, Repdem datang untuk berdialog. Di Jogja juga tidak sampai segitu," kata dia.

Namun anggota Komisi Hukum DPR ini mengaku Sekretaris Jenderal PDIP Tjahjo Kumolo mengirim sebuah pesan singkat berisi perintah siaga satu dan stand by. Eva juga mengaku terkejut ketika Tjahjo yang dikenal santun dapat bereaksi cukup keras.

tvOne menyesalkan

Kepala Biro tvOne DIY-Jateng Hendrawan Setiawan saat dihubungi VIVAnews menyesalkan kejadian tersebut.

"Jika memang tidak suka dengan pemberitaan media sebaiknya gunakan UU Pers. Di situ kan ada hak jawab. Kami sesalkan kenapa harus ada tindakan anarki seperti ini," kata Hendrawan.

Saat itu, kata dia, kantor biro tvOne Yogyakarta memang kosong. "Karena keterbatasan personel, dan saat ini tim sedang ada penugasan ke luar kota, jadi memang kantor dalam keadaan kosong," lanjut Hendrawan.

Terkait dengan aksi yang dilakukan massa tersebut, rencananya  dia akan melapor ke Polresta Yogyakarta. "Ya saya akan lapor dan buat pengaduan ke Polresta Jogja," kata Hendrawan.  (ita)