Lima Calon Hakim Agung Jalani Tes Perdana di DPR

Seleksi hakim agung
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf
VIVAnews - Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat mulai menggelar uji kelayakan dan kepatutan lima calon hakim agung, Senin 1 September 2014.
Tanda Tanya Masa Depan Shayne Pattynama

Wakil Ketua Komisi Hukum DPR, Tjatur Sapto Edy, mengatakan proses seleksi pertama yang akan dijalani oleh para calon hakim agung adalah tes pembuatan makalah.
All Eyes on Rafah Menggema di Media Sosial, Ini 4 Seruan Fenomenal Dukung Palestina

"Mereka sudah yang terbaik menurut Komisi Yudisial. Kita bisa menyetujui semua atau sebagian," kata Tjatur di Gedung DPR, Jakarta.
Resmi! WOOK Global Technology Luncurkan Produk TWS dan Poweerbank Terbaru dengan Harga Terjangkau 

Berdasarkan pantauan VIVAnews, kelima calon hakim agung secara bergantian mengambil amplop berisikan materi makalah. Setiap calon hakim agung, kata Tjatur, diberikan waktu selama satu jam untuk menyelesaikan makalah itu.

Sebelumnya diberitakan, Komisi Yudisial menyerahkan lima nama calon hakim agung ke Dewan Perwakilan Rakyat, Rabu 20 Agustus 2014. Wakil Ketua KY Abbas Said menyerahkan nama-nama itu langsung kepada Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso.

Abbas mengatakan kelima calon hakim agung itu telah melewati tahapan seleksi administrasi dan uji kelayakan yang terdiri dari uji kualitas, seleksi kesehatan dan kepribadian, serta wawancara.

Saat ini, kata Abbas, jumlah kekosongan calon hakim agung di Mahkamah Agung sebanyak 10 orang. Mereka terdiri dari 2 orang kamar agama, 3 orang kamar perdata, 2 orang kamar pidana, dan 3 orang kamar tata usaha negara. Namun, dari 10 orang yang dibutuhkan, KY hanya meloloskan lima kandidat.

Berikut lima calon hakim agung yang diusulkan KY ke DPR:

1. Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Amran Suaidi (kamar agama)
2. Dirjen Badilag Mahkamah Agung, Purwosusilo (kamar agama)
3. Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Pontianak, Sudrajad Dimyati (kamar perdata)
4. Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Papua, Muslich Bambang Luqmono (kamar pidana)
5. Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan, Is Sudaryono
Ilustrasi anak gemuk/obesitas.

Konsumsi Gula Sesuai Anjuran Tetap Bisa Bikin Anak Obesitas, Jika...

Gula tambahan harus dihindari khususnya bagi anak-anak karena jika dikonsumsi secara berlebihan bisa menyebabkan risiko diabetes hingga obesitas. Berapa takarannya?

img_title
VIVA.co.id
29 Mei 2024